Blitar – Saat letusan tahun 1990 terjadi, salah seorang warga yang bernama Anis mengaku dirinya dan warga lain tidak mengungsi jauh dari kampung. Mereka memilih berlindung di bawah meja ketika hujan pasir dan batu panas turun, meski akibatnya sejumlah rumah warga mengalami kerusakan.
Situasi berbeda terjadi pada letusan tahun 2014. Kali ini warga dievakuasi ke lokasi yang lebih aman, yakni lapangan Nglegok, sebagai langkah antisipasi menghadapi ancaman erupsi yang lebih besar.
Pengalaman menghadapi dua letusan besar ini menjadi bagian dari sejarah panjang warga Kali Badak dalam hidup berdampingan dengan Gunung Kelud.
Selengkapnya: https://youtu.be/l_MhX51t_gw?si=BNtJtK4iiCqeCdVk

