Artikel
Beranda » Program makan bergizi gratis di Blitar diperkuat, 169 SPPG layani 218 ribu penerima

Program makan bergizi gratis di Blitar diperkuat, 169 SPPG layani 218 ribu penerima

Foto: Bupati Blitar Rijanto bersama kepala daerah dan perwakilan Badan Gizi Nasional saat sosialisasi dan penguatan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis di Aula Hotel Puriperdana, Kota Blitar, Jumat (13/03).

Pemerintah Kabupaten Blitar terus memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui kegiatan sosialisasi dan penguatan tata kelola serta evaluasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bersama Kedeputian Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional. Kegiatan ini berlangsung di Aula Hotel Puriperdana Kota Blitar pada Jumat (13/03/26).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Blitar H. Rijanto, Wakil Bupati Blitar H. Beky Herdihansah, Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin, Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro, Direktur Sistem Pemenuhan Gizi, Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II, serta jajaran perangkat daerah terkait.

Dalam sambutannya, Bupati Blitar menyampaikan apresiasi kepada Badan Gizi Nasional atas dukungan terhadap program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, menurunkan angka stunting, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat.

Puncak Kejora: Pesona Alam dan wisata outdoor di Blitar

Saat ini di Kabupaten Blitar terdapat 169 SPPG yang tersebar di 22 kecamatan, dengan 96 SPPG sudah beroperasi dan 73 SPPG masih dalam tahap persiapan.

“Program ini menjangkau sekitar 218.243 penerima manfaat, yang terdiri dari 204.819 peserta dari lembaga pendidikan serta 13.424 penerima manfaat kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD),” ungkapnya.

Untuk mendukung kelancaran program, Pemerintah Kabupaten Blitar telah membentuk Satuan Tugas Percepatan Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis yang diketuai oleh Sekretaris Daerah.

Rekomendasi tempat camping di Blitar untuk mengisi waktu liburan

Selain itu, Pemkab Blitar juga secara rutin melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program di lapangan.

Dari hasil monitoring yang dilakukan, salah satu kendala yang masih dihadapi adalah terkait perizinan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Dari total 169 SPPG, baru 22 SPPG yang telah memiliki izin SLHS sementara, sementara 39 SPPG telah mengajukan permohonan, dan 37 SPPG telah memperoleh rekomendasi dari Dinas Kesehatan.

Selain aspek perizinan, Pemkab Blitar juga menaruh perhatian pada pengelolaan lingkungan di SPPG. Berdasarkan pemantauan Dinas Lingkungan Hidup, sebagian besar SPPG telah melakukan pemilahan sampah, di mana sampah organik dimanfaatkan untuk pakan ternak dan kompos, sedangkan sampah anorganik dikelola melalui kerja sama dengan bank sampah dan TPS3R.

Bupati Rijanto apresiasi peran media dalam community gathering “Sambung Roso” Pemkab Blitar

Untuk pengelolaan limbah cair, saat ini 57 SPPG telah menggunakan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) meskipun masih perlu penyempurnaan.

“Pemerintah Kabupaten Blitar juga mendorong kolaborasi berbagai pihak agar program ini berjalan optimal, termasuk melalui  business matching antara pengelola SPPG dengan koperasi, kelompok tani, dan UMKM.

Langkah ini bertujuan agar bahan pangan lokal dapat terserap maksimal sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi di daerah,” jelasnya.

TMMD ke-127, TNI manunggal membangun desa, Blitar

×