Blitar – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Blitar kembali melanjutkan rangkaian kegiatan Sekolah Analisis Sosial dengan sesi kedua yang menitikberatkan pada strategi perubahan gerakan.
Kegiatan yang mengangkat tema “Mengukuhkan Kepekaan Sosial Sebagai Jangkar Transformasi” tersebut dilaksanakan pada Rabu, 11 Maret 2026 di Pendopo Islam Nusantara (Sekretariat PMII Blitar).
Program ini merupakan bagian dari upaya PC PMII Blitar dalam memperkuat kapasitas kader untuk memahami realitas sosial sekaligus menyusun strategi perubahan yang relevan dengan kondisi masyarakat.
Setelah pada sesi pertama para kader diperkenalkan dengan landasan teoritik analisis sosial, sesi kedua ini menitikberatkan pada metodologi serta langkah-langkah praktis dalam gerakan sosial.
Ketua PC PMII Blitar, M. Riski Fadila, menjelaskan bahwa sesi kedua ini dirancang agar kader tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan analisis sosial secara langsung di lapangan.
“Kami ingin kader PMII Blitar tidak berhenti pada diskusi teoritik saja. Melalui sesi kedua ini, kader diharapkan mampu turun langsung ke lapangan dengan bekal metodologis yang cukup dalam membaca persoalan sosial sekaligus merumuskan langkah perubahan yang nyata,” ujarnya.
Sementara itu, penanggung jawab forum yang juga menjabat sebagai Sekretaris PC PMII Blitar, Alex Cahyono, menegaskan bahwa sesi kedua Sekolah Analisis Sosial ini menjadi momentum penting untuk memperkuat strategi gerakan kader.
Menurutnya, kader PMII harus mampu menyesuaikan strategi perubahan dengan dinamika realitas sosial yang terus berkembang di masyarakat.
“Tujuan dari sesi kedua ini adalah memahamkan kader mengenai strategi perubahan sosial. Gerakan mahasiswa harus selalu adaptif dengan realitas di lapangan, sehingga kader mampu membaca situasi sekaligus menentukan langkah gerakan yang tepat,” jelas Alex.
Dalam sesi ini, materi disampaikan oleh M. Roy Wakhid Ilham yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) PKC PMII Jawa Timur. Ia menyampaikan materi “Metodologi, Langkah Praktis, dan Strategi Perubahan.”
Sebagai sosok yang telah lama terlibat dalam gerakan sosial dan advokasi masyarakat, Wakhid menekankan pentingnya metodologi yang jelas dalam menjalankan gerakan perubahan.
“Gerakan sosial tidak cukup hanya dengan semangat. Dibutuhkan metodologi yang jelas, langkah-langkah praktis yang terukur, serta strategi perubahan yang disusun berdasarkan realitas sosial di masyarakat. Dengan begitu, gerakan mahasiswa bisa memberikan dampak nyata,” ungkap Wakhid.
Ia juga mengingatkan bahwa kader PMII memiliki peran strategis sebagai intelektual muda yang mampu menjembatani gagasan kritis dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui sesi kedua Sekolah Analisis Sosial ini, PC PMII Blitar berharap para kader semakin siap menjadi motor penggerak perubahan sosial. Dengan bekal metodologi, analisis, serta strategi gerakan yang matang, kader PMII diharapkan mampu hadir di tengah masyarakat sebagai agen transformasi yang solutif dan progresif.

