Artikel
Beranda » Transformasi tuk hidupkan kembali pasar legi Blitar

Transformasi tuk hidupkan kembali pasar legi Blitar

Bangunan Pasar Legi Blitar

Pasar Legi pernah menjadi jantung ekonomi di Kota Blitar. Namun, tragedi kebakaran hebat pada tahun 2016 sempat membungkam hiruk-pikuk tersebut, meninggalkan luka fisik pada bangunan dan mematikan jiwa niaga.

Selama bertahun-tahun, lantai dua pasar utama ini seolah menjadi kosong, gelap, dan tak produktif lagi. Kini, dalam kepemimpinan Pemerintah Kota Blitar, sebuah langkah transformasi ambisius tengah berjalan. Bukan sekadar renovasi fisik, melainkan sebuah perjalanan mendalam untuk menghidupkan kembali ikon ekonomi rakyat ini melalui perpaduan teknologi digital dan ruang gaya hidup modern.

Menuju 2026: Bukan Sekadar Pasar, Tapi Lifestyle Hub

Pemerintah Kota Blitar menyadari bahwa untuk bertahan di era modern, pasar tradisional harus menjadi pusat aktivitas sosial, bukan sekadar tempat transaksi bahan pokok. Rencana besar yang diusung Walikota Syauqul Muhibbin untuk tahun 2025-2026 adalah melakukan rebranding total pada lantai dua yang sempat mati suri.
Dengan alokasi anggaran sebesar Rp400 juta pada Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2025 untuk tahap awal pencahayaan dan fasilitas, lantai dua akan disulap menjadi creative space dan street food area. Fasilitasnya yang tidak main-main.
Terdapat booth khusus untuk live streaming jualan online, ruang pertemuan komunitas, area olahraga, hingga panggung seni dan musik. Integrasi ini menciptakan simbiosis ekonomi yang cerdas. Aktivitas anak muda dan kuliner di malam hari. Hal tersebut akan menarik trafik pengunjung baru yang pada gilirannya akan berdampak positif pada ekosistem pedagang tradisional di lantai bawah.

Surat Guna Kios: Solusi Finansial di Genggaman Pedagang

Pedagang kini dapat memanfaatkan Sertifikat Hak Penempatan (SHP) atau yang dikenal sebagai surat guna kios sebagai jaminan pinjaman. Beberapa poin utama dukungan permodalan ini meliputi:
1. batas maks. dana hutang hingga Rp 10 juta untuk penguatan stok barang;
2. kemudahan proses, khusus bagi pemegang SHP resmi di Pasar Legi; dan
3. pendampingan dari Disperindag dan komunitas teknologi informasi (TI) lokal sebagai fasilitator
agar pedagang mampu memasarkan produknya secara digital setelah mendapatkan modal.

Revitalisasi Bukan Penggusuran

Salah satu aspek yang membedakan proyek ini adalah transparansi dan keterlibatan langsung para pelaku pasar. Dalam sebuah dialog santai sembari makan siang bersama para pedagang pada Oktober 2025, Walikota Syauqul Muhibbin menegaskan komitmennya bahwa revitalisasi ini adalah upaya pemberdayaan, bukan penggusuran.

Kendang jimbe di Blitar: industri kreatif lokal

“Kami ingin Pasar Legi hidup lagi. Ini adalah upaya menghidupkan kembali ikon ekonomi, bukan penggusuran. Kami ingin pedagang kembali bergeliat dengan suasana yang lebih kekinian,” tegas Wali Kota Syauqul Muhibbin.

Transformasi Pasar Legi adalah bukti nyata bagaimana sebuah kota bisa bangkit dari abu kegagalan melalui kolaborasi yang cerdas. Pasar Legi kini sedang bersiap menjadi simbol kemandirian ekonomi lokal yang adaptif dan inklusif. Transformasi ini telah terwujud, akan tetapi keberlanjutannya ada di tangan kita semua.

Sejauh mana Anda sebagai warga Blitar bersedia mendukung dan meramaikan kembali ekonomi lokal ini agar terus bertumbuh di era digital?

Hal yang mungkin belum kamu tahu tentang Jembatan Trisula di Blitar Selatan


Artikel ini diolah dari berbagai sumber dengan bantuan AI

Berita Terkait

Berita Terbaru

×