Blitar – Makam Bung Karno menjadi salah satu destinasi wisata sejarah paling ramai dikunjungi di Blitar, dengan ribuan peziarah datang setiap tahunnya. Namun tidak banyak yang tahu bahwa kompleks makam ini awalnya bernama Taman Bahagia.
Pembangunan makam bermula dari kunjungan pertama Bung Karno ke Blitar pada 1950, saat beliau berpidato di Alun-Alun Blitar dan menyampaikan gagasan perlunya dibangun Taman Makam Pahlawan untuk mewadahi jenazah para pahlawan yang tersebar di berbagai tempat.
Peresmian oleh Presiden Soeharto
Proyek pembangunan makam yang dipimpin Siswono Yudho Husodo ini akhirnya diselesaikan dan diresmikan Presiden Soeharto pada 21 Juni 1979, ditandai dengan penandatanganan prasasti bertuliskan pemugaran makam. Sejak saat itulah nama Makam Bung Karno mulai dikenal luas.
Pada masa awal, bangunan cungkup Astana Mulyo ditutup kaca setebal 10 sentimeter dan hanya boleh dikunjungi pejabat serta keluarga dengan penjagaan ketat. Baru pada tahun 2000, kaca penutup dilepas dan cungkup dibuka untuk umum.
Fakta unik
Fakta menarik, banyak pejabat negara menganggap belum lengkap menjadi orang Indonesia jika belum pernah berziarah ke Makam Bung Karno, menjadikan lokasi ini sebagai salah satu destinasi wisata sejarah paling dihormati di Tanah Air.

