Artikel Pop Culture

White Rose, band pop punk Bali yang bertahan sejak 2007

White Rose, band pop punk Bali yang bertahan sejak 2007
Ilustrasi AI/Bicara Blitar

Blitar – White Rose merupakan band pop punk asal Denpasar, Bali, yang dibentuk pada 2007 dan sempat vakum sebelum kembali aktif pada 2014. Band ini terdiri dari Surya Dipta pada vokal dan gitar, Ian Putra pada gitar utama, Adi ‘Goib’ Krisna pada bass, dan Satria Priangga pada drum.

Sepanjang perjalanannya, White Rose telah merilis EP ‘Buktikan Ku Bisa’ pada 2012, disusul album debut penuh ‘Buka Mata Mereka’ pada Mei 2015, dan album ‘Sentimental’ pada 2018 di bawah label H.M.V.U Collective Records.

Lagu-lagu yang jadi identitas White Rose

Sejumlah lagu seperti ‘Takkan Pernah Padam’ dan ‘Nol Derajat’ dari album ‘Buka Mata Mereka’, serta ‘Serenade’ dari album ‘Sentimental’, menjadi karya yang identik dengan perjalanan musikal White Rose selama lebih dari satu dekade berkarya.

SATCF, band punk rock Malang yang rilis singel bertepatan Hari Kemerdekaan

Sebagai band pop punk asal Bali, White Rose turut memperkaya peta musik indie Indonesia yang selama ini kerap dianggap terpusat di Jawa, membuktikan bahwa skena musik indie berkualitas juga tumbuh subur di pulau dewata.

Fakta unik

Fakta menarik, White Rose sempat vakum selama sekitar satu tahun sebelum akhirnya kembali aktif pada 2014 dengan formasi yang diperbarui, menunjukkan ketahanan band ini dalam menghadapi dinamika internal khas band indie jangka panjang.

Adhitia Sofyan rayakan hampir dua dekade bermusik lewat showcase After All This Time 2.0
Lihat Semua Artikel Bicara Blitar
×