Berita

Sekolah di daerah terpencil terima program pemberian tablet digital gratis

Sekolah di daerah terpencil terima program pemberian tablet digital gratis
Ilustrasi AI/Bicara Blitar

Blitar – Program distribusi tablet digital gratis untuk sekolah-sekolah di daerah terpencil dan tertinggal resmi dimulai oleh Kementerian Pendidikan sebagai bagian dari upaya besar pemerataan akses pendidikan digital di seluruh Indonesia. Ribuan unit tablet sudah disiapkan dan mulai didistribusikan ke puluhan sekolah yang masuk dalam daftar prioritas penerima bantuan.

Program ini lahir dari kesadaran bahwa kesenjangan digital antara sekolah di perkotaan dan daerah terpencil semakin melebar, terutama pasca pandemi yang mengakselerasi adopsi teknologi dalam pendidikan. Anak-anak di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) berhak mendapatkan akses yang sama terhadap teknologi dan sumber belajar digital.

Konten dan fitur yang tersedia di tablet

Setiap tablet yang didistribusikan sudah diinstal dengan konten edukatif lengkap yang telah dikurasi dan disesuaikan dengan kurikulum Merdeka yang berlaku saat ini. Aplikasi pembelajaran interaktif mencakup mata pelajaran inti seperti Matematika, Bahasa Indonesia, IPA, dan IPS dengan tampilan yang menarik dan mudah digunakan oleh siswa dari berbagai tingkatan.

Bursa Ketum PBNU mengerucut jadi empat kandidat jelang Muktamar ke-35

Konten tersebut dapat diakses secara offline, sehingga tetap bisa digunakan meski di daerah yang belum memiliki akses internet memadai. Pembaruan konten dapat dilakukan secara berkala ketika terdapat koneksi internet melalui program dukungan teknis dari pemerintah.

Pelatihan guru sebagai kunci keberhasilan

Distribusi tablet saja tidak cukup tanpa kesiapan tenaga pengajar dalam memanfaatkan teknologi tersebut secara optimal. Oleh karena itu, program ini juga mencakup pelatihan intensif bagi guru-guru di sekolah penerima agar mampu mengintegrasikan tablet ke dalam metode mengajar sehari-hari.

Pelatihan dilakukan secara bertahap dan menggunakan modul yang dirancang khusus untuk guru di daerah dengan keterbatasan infrastruktur. Pendampingan juga akan dilakukan oleh fasilitator dari dinas pendidikan kabupaten/kota selama beberapa bulan pertama implementasi.

Delapan nama ramaikan bursa calon Ketua Umum PBNU jelang Muktamar ke-35

Pemerintah berharap program ini dapat menjadi langkah awal yang berarti dalam mempersiapkan generasi muda Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, untuk bersaing di era digital. Investasi di bidang pendidikan digital diyakini akan memberikan dampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia Indonesia secara keseluruhan.

Lihat Semua Artikel Bicara Blitar
×