Blitar – Pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, yang diperkirakan diikuti sekitar 6.000 peserta resmi ditambah ribuan Nahdliyin lain, diprediksi memberi dampak ekonomi yang signifikan bagi warga sekitar lokasi acara.
Lonjakan kunjungan dalam skala besar selama lima hari pelaksanaan, mulai 27 hingga 31 Agustus 2026, membuka peluang ekonomi bagi berbagai sektor usaha warga sekitar Tambakberas, mulai dari pedagang kuliner, penyedia jasa penginapan, hingga usaha transportasi lokal.
Sektor kuliner dan UMKM jadi penerima manfaat utama
Warung makan dan pedagang kaki lima di sekitar kawasan Tambakberas diperkirakan mengalami lonjakan permintaan tajam selama periode Muktamar berlangsung, mengingat kebutuhan konsumsi ribuan peserta yang harus dipenuhi setiap harinya selama acara berlangsung.
Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jombang juga berpeluang memanfaatkan momentum ini untuk memasarkan produk lokal kepada ribuan pengunjung yang datang dari berbagai daerah, sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi kreatif khas Jombang kepada khalayak lebih luas.
Penginapan dan homestay warga kebanjiran tamu
Keterbatasan kapasitas asrama pesantren mendorong sebagian peserta dan tamu undangan mencari alternatif penginapan di rumah-rumah warga sekitar yang disulap menjadi homestay dadakan, maupun hotel dan penginapan di pusat Kota Jombang yang jaraknya relatif dekat dengan lokasi acara.
Fenomena serupa kerap terjadi setiap kali NU menggelar hajatan besar seperti Muktamar di berbagai daerah, di mana warga setempat turut merasakan manfaat ekonomi langsung dari membeludaknya jumlah pengunjung yang datang.
Promosi pariwisata dan UMKM Jombang ke kancah nasional
Di luar manfaat ekonomi jangka pendek, penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU juga berpotensi mengangkat citra Jombang sebagai daerah dengan sejarah dan tradisi keislaman yang kuat, sekaligus membuka peluang promosi wisata religi dan produk UMKM lokal ke tingkat nasional bahkan internasional.
Peluang bagi sektor transportasi lokal
Selain sektor kuliner dan penginapan, jasa transportasi lokal seperti ojek, becak, dan angkutan umum di sekitar Tambakberas turut merasakan berkah dari lonjakan mobilitas ribuan peserta yang membutuhkan akses cepat antar titik lokasi selama pelaksanaan Muktamar berlangsung.
Pemerintah Kabupaten Jombang bersama panitia turut mendorong pelibatan pelaku usaha lokal secara maksimal, agar manfaat ekonomi dari penyelenggaraan Muktamar dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar, bukan hanya oleh pelaku usaha besar dari luar daerah.
Dampak jangka panjang bagi citra Jombang
Di luar dampak ekonomi jangka pendek selama lima hari pelaksanaan, penyelenggaraan Muktamar berskala nasional ini diyakini akan meninggalkan jejak positif jangka panjang bagi citra Jombang sebagai destinasi wisata religi, sejalan dengan status kota ini sebagai salah satu pusat peradaban NU di Indonesia.
Sejumlah pelaku usaha di Jombang bahkan telah mempersiapkan diri jauh-jauh hari, mulai dari menambah stok bahan baku hingga merekrut tenaga tambahan, guna mengantisipasi lonjakan permintaan yang diperkirakan terjadi selama masa pelaksanaan Muktamar.
Dinas Koperasi dan UMKM setempat turut memberikan pendampingan kepada pelaku usaha lokal agar dapat memanfaatkan momentum ini secara maksimal, termasuk dalam hal pengemasan produk dan strategi pemasaran kepada ribuan pengunjung dari luar daerah.
Momentum ekonomi dari penyelenggaraan Muktamar ini diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat Jombang, jauh melampaui masa lima hari pelaksanaan acara.
Testimoni pelaku usaha lokal
Sejumlah pelaku usaha kuliner di sekitar Tambakberas mengaku telah mempersiapkan diri sejak beberapa pekan sebelum pelaksanaan Muktamar, mengantisipasi lonjakan permintaan yang diperkirakan berkali lipat dibanding hari-hari biasa.
Semangat gotong royong turut ditunjukkan oleh warga sekitar yang secara sukarela membuka rumah mereka sebagai tempat singgah sementara bagi peserta, mencerminkan budaya keramahtamahan khas masyarakat pesantren yang telah mengakar sejak lama.
Sinergi antara panitia, pemerintah daerah, dan pelaku usaha lokal ini diharapkan mampu memaksimalkan manfaat ekonomi dari penyelenggaraan Muktamar bagi kesejahteraan warga Jombang secara luas.
Ke depan, pengalaman positif dari penyelenggaraan Muktamar ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam memaksimalkan potensi ekonomi lokal setiap kali menjadi tuan rumah kegiatan berskala nasional.
Foto: Pedagang kuliner di sekitar Tambakberas, Jombang, bersiap menyambut lonjakan pengunjung selama pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.

