Blitar – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama menjadi salah satu momentum keagamaan terbesar di Indonesia sepanjang tahun 2026. Forum permusyawaratan tertinggi organisasi ini digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27-31 Agustus 2026, dengan rangkaian persiapan yang sudah dimulai sejak 26 Agustus.
Pemilihan Tambakberas sebagai lokasi penyelenggaraan tidak lepas dari nilai historisnya sebagai tanah kelahiran KH Abdul Wahab Hasbullah, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama, menjadikan Muktamar kali ini memiliki muatan simbolis yang kuat bagi seluruh warga Nahdliyin di Indonesia.
Tema dan skala penyelenggaraan
Muktamar ke-35 NU mengusung tema ‘Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmat untuk Kemaslahatan Bangsa’, mencerminkan komitmen organisasi menjaga kehormatan sekaligus memperluas kontribusi bagi masyarakat. Acara ini diperkirakan diikuti sekitar 6.000 peserta resmi, ditambah ribuan Nahdliyin lain yang turut hadir dari berbagai penjuru Indonesia.
Pembukaan resmi Muktamar dijadwalkan berlangsung di Lapangan Untung Suropati pada Kamis malam, 27 Agustus 2026, dan akan dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Bursa Ketua Umum PBNU yang dinamis
Menjelang pelaksanaan, bursa calon Ketua Umum PBNU sempat diramaikan delapan nama, sebelum akhirnya mengerucut pada beberapa kandidat kuat, termasuk Ketua Umum petahana KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya yang telah menyatakan kembali maju sejak 22 Juli 2026.
Proses pemilihan dan penetapan Rais Aam serta Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026-2031 dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 29 Agustus 2026, menjadi puncak dari seluruh rangkaian sidang yang telah berlangsung sejak hari pertama.
Dampak luas bagi berbagai sektor
Di luar agenda politik organisasi, Muktamar ke-35 NU juga membawa dampak signifikan bagi ekonomi warga sekitar Tambakberas, mulai dari sektor kuliner, penginapan, hingga UMKM lokal yang mendapat momentum promosi ke tingkat nasional.
Bagi warga Nahdliyin di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Blitar, Muktamar ke-35 NU menjadi momentum penting untuk menyaksikan langsung proses demokrasi internal organisasi sekaligus menaruh harapan besar terhadap arah kepemimpinan NU pada lima tahun mendatang.
Kesan kolektif warga Nahdliyin
Terlepas dari hasil akhir yang akan diumumkan, penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas telah menorehkan kesan mendalam bagi warga Nahdliyin di berbagai daerah, mengingat momen ini menjadi salah satu penanda penting perjalanan organisasi memasuki abad kedua.
Kesan kebersamaan dan gotong royong yang ditunjukkan warga sekitar Tambakberas dalam menyukseskan acara turut menjadi bagian dari narasi positif yang mengiringi seluruh rangkaian Muktamar, mencerminkan nilai-nilai luhur yang selama ini dijunjung tinggi organisasi Nahdlatul Ulama.
Nantikan hasil resmi Muktamar
Publik luas, termasuk warga Kabupaten Blitar, kini menantikan hasil resmi Muktamar ke-35 NU yang akan menentukan sosok Rais Aam dan Ketua Umum PBNU untuk periode 2026-2031, sekaligus arah kebijakan organisasi keagamaan terbesar di Indonesia ini pada lima tahun mendatang.
Media massa nasional dan lokal turut memberikan liputan mendalam terhadap seluruh rangkaian Muktamar ke-35 NU, memastikan informasi terkini dapat diakses oleh masyarakat luas yang tidak berkesempatan hadir langsung di lokasi acara.
Dengan berakhirnya seluruh rangkaian, harapan besar disematkan agar kepengurusan baru PBNU dapat segera bekerja secara efektif dalam mengawal berbagai program strategis yang telah dirumuskan bersama selama Muktamar berlangsung.
Semoga seluruh rangkaian Muktamar ke-35 NU dapat berjalan lancar dan membawa keberkahan bagi organisasi, umat, serta bangsa Indonesia secara keseluruhan, sejalan dengan tema besar yang diusung dalam hajatan lima tahunan ini.
Warisan bagi generasi mendatang
Penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, Jombang, diharapkan dapat menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang, sebuah catatan sejarah penting yang menandai perjalanan organisasi memasuki babak baru pada abad keduanya.
Seluruh proses, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan, menjadi pembelajaran berharga tentang bagaimana sebuah organisasi besar mampu menjaga soliditas dan tradisi demokrasi internal di tengah kompleksitas tantangan zaman yang terus berkembang.
Catatan sejarah dari penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas ini kelak akan dikenang sebagai salah satu tonggak penting yang menandai perjalanan Nahdlatul Ulama memasuki abad kedua pengabdiannya bagi umat dan bangsa.
Foto: Suasana kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.

