Blitar – Kabupaten Blitar kini resmi memiliki wadah baru untuk mendukung para pegiat seni dan konten kreator.
Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Kabupaten Blitar tengah bergerak cepat membangun ekosistem yang solid agar pelaku kreatif di 22 kecamatan bisa saling terkoneksi dan “naik kelas”.
Dalam diskusi hangat di podcast kanal YouTube Bakul Kumpo, Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Blitar, Argo Wahyu Jati, membeberkan bahwa tantangan utama di wilayahnya adalah penyebaran potensi yang belum terintegrasi.
Padahal, banyak kreator lokal yang sebenarnya sudah memiliki klien hingga luar negeri, namun masih bergerak sendiri-sendiri tanpa dukungan fasilitas yang memadai.
Sebagai langkah nyata, KEK berencana mengaktifkan creative hub atau ruang produksi bersama di Rumah Blitar Kreatif (RBK) Wlingi.
Lokasi ini diproyeksikan menjadi coworking space bagi kreator untuk mengakses alat produksi secara kolektif.
Dari 17 subsektor yang ada, Komite Ekraf melirik sektor sound system dan seni tradisional sebagai ujung tombak karena dampak ekonominya yang sangat masif bagi masyarakat bawah.
Ke depannya, Argo berharap kolaborasi lintas komunitas terus menguat dengan semangat gotong royong.
Melalui wadah ini, para pemuda Blitar didorong untuk konsisten berkarya agar mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional, sekaligus membuktikan bahwa Blitar adalah salah satu pusat kreativitas yang patut diperhitungkan. (ha/blt)

