Berita

Kedaulatan digital pengusaha perempuan disoroti di UN Women 2026 Asia-Pacific WEPs Awards

Perempuan Semakin Melek Finansial, Industri Perlu Membangun Kepercayaan dan Akses

Blitar – Ajang bergengsi UN Women 2026 Asia-Pacific WEPs Awards yang mempertemukan para pemimpin bisnis perempuan dari seluruh kawasan Asia Pasifik menjadi panggung yang tepat bagi seorang trainer dan CEO asal Indonesia untuk menyuarakan isu penting yang selama ini kurang mendapat perhatian, yakni kedaulatan digital bagi pengusaha perempuan.

Women’s Empowerment Principles (WEPs) Awards adalah penghargaan internasional yang diselenggarakan oleh UN Women untuk mengakui dan merayakan kontribusi perusahaan-perusahaan yang berkomitmen dalam mempromosikan kesetaraan gender di tempat kerja, pasar, dan komunitas. Partisipasi Indonesia dalam ajang ini menjadi bukti semakin kuatnya suara pengusaha perempuan Indonesia di forum internasional.

Mengapa kedaulatan digital penting bagi perempuan

Kedaulatan digital, atau kemampuan dan hak seseorang untuk mengontrol kehadiran, data, dan identitas digitalnya sendiri, menjadi isu yang semakin kritis di era ekonomi digital yang berkembang pesat. Bagi pengusaha perempuan, kedaulatan digital bukan hanya soal keamanan data pribadi, tetapi juga tentang kemampuan untuk memanfaatkan teknologi secara mandiri dan penuh sebagai alat untuk mengembangkan bisnis mereka.

Perempuan Indonesia semakin melek finansial, industri dituntut bangun kepercayaan dan akses setara

Gap digital antara perempuan dan laki-laki masih nyata di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia. Akses yang tidak setara terhadap infrastruktur digital, keterampilan teknologi, dan modal untuk berinvestasi dalam solusi digital menjadi hambatan nyata yang perlu diatasi agar perempuan dapat berpartisipasi secara penuh dalam ekonomi digital yang terus berkembang.

Komitmen inklusif dalam ekosistem digital

Dalam presentasinya di UN Women 2026 Asia-Pacific WEPs Awards, trainer dan CEO tersebut menegaskan bahwa inklusi digital perempuan bukan sekadar isu sosial, tetapi juga merupakan kebutuhan ekonomi yang mendesak. Penelitian menunjukkan bahwa meningkatkan akses dan kemampuan digital perempuan dapat memberikan kontribusi miliaran dolar terhadap PDB negara-negara berkembang.

Ia juga mengajak semua pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, sektor swasta, hingga lembaga pendidikan, untuk secara aktif berinvestasi dalam program-program yang meningkatkan literasi digital perempuan dan menciptakan ekosistem digital yang lebih inklusif dan aman bagi perempuan pengusaha untuk berkarya dan berkembang.

Telkom AI Center Malang gelar AI for Everyone Batch 27, cetak talenta digital Jawa Timur

Lihat Semua Artikel Bicara Blitar
×