Artikel Opini
Beranda » Sejarah awal masuknya Komunisme di Indonesia

Sejarah awal masuknya Komunisme di Indonesia

Hendricus Josephus Franciscus Marie Sneevliet (Henk Sneevliet), seorang aktivis dan politikus komunis asal Belanda yang menjadi tokoh utama pembawa pengaruh Marxisme-Komunisme ke Hindia Belanda (Indonesia). Dok. nos.nl.

Jauh sebelum istilah “komunis” akrab di telinga rakyat Hindia Belanda, sejumlah tokoh pergerakan Indonesia sudah lebih dulu bersentuhan dengan gagasan sosialis melalui Sociaal Democratische Arbeiders Partij (SDAP), partai buruh sosial demokrat yang berdiri di Amsterdam pada 1894.

Partai ini secara terbuka menyuarakan penolakan terhadap ekspansi kekuasaan Belanda yang dilakukan dengan kekerasan di tanah jajahan, sekaligus mendorong perbaikan taraf hidup rakyat pribumi.

Kabar tentang perjuangan SDAP ini justru sampai ke telinga para pemimpin Indonesia lewat jaringan percetakan Belanda dan pergaulan langsung dengan orang-orang Belanda progresif yang menetap di Hindia.

Menelisik sejarah gagasan perubahan nama PMII menjadi PMRI pada kongres IX Surabaya 1988

Dengan kata lain, benih kesadaran kelas ini pertama kali disemai bukan oleh orang Indonesia, melainkan oleh warga negara penjajah itu sendiri, sebuah paradoks yang jarang dibahas dalam narasi sejarah arus utama.

Tonggak resmi masuknya marxisme ke Indonesia baru terjadi pada 1914, ketika Indische Sociaal Democratische Vereeniging (ISDV) didirikan. Organisasi ini tercatat sebagai gerakan sosialis pertama yang berhasil berakar di kawasan Asia Tenggara, dan dimotori oleh Hendricus Josephus Franciscus Marie Sneevliet (Henk Sneevliet), seorang aktivis dan politikus Belanda yang datang ke Jawa pada 1913.

Sneevliet bukan orang sembarangan. Ia sempat memimpin redaksi Soerabajasch Handelsblad, menjabat sekretaris Kamar Dagang Semarang hingga aktif di serikat buruh kereta api dan trem (VSTP) yang kemudian ia radikalisasi menjadi kekuatan buruh terbesar di Hindia Belanda kala itu.

Benarkah sejarah Indonesia terlalu Soekarno-sentris? Saatnya membaca ulang narasi bangsa

Bersama J.A. Brandsteder, H.W. Dekker, dan P. Bergsma, ia mendirikan ISDV sebagai kendaraan resmi penyebaran sosialisme.

Masalahnya, gerakan ini pada awalnya dipandang sebelah mata oleh rakyat pribumi dianggap sebagai “organisasi orang asing” yang tidak relevan dengan perjuangan mereka.

Untuk mendapatkan basis massa pribumi, Sneevliet mengembangkan taktik yang kini dikenal sebagai block within, strategi keanggotaan ganda, di mana kader ISDV secara sistematis menyusup ke dalam tubuh Sarekat Islam (SI), organisasi pergerakan rakyat terbesar pada masanya.

Bunga tulip berasal dari mana? jejak nya dari asia tengah ke Belanda

Hubungan dekat Sneevliet dengan Semaoen, Ketua SI Semarang, membuka jalan baginya untuk mengisi forum-forum pelatihan kader SI. Hasilnya, banyak anggota ISDV secara diam-diam merangkap menjadi anggota SI dan sebaliknya.

Tokoh-tokoh besar seperti Semaoen, Dharsono, Alimin Prawirodirdjo hingga Tan Malaka pun akhirnya memegang posisi penting di dua organisasi yang secara ideologis sebenarnya bertolak belakang.

Taktik ini adalah cetak biru infiltrasi politik yang efektif namun secara etis dipertanyakan, memanfaatkan kepercayaan sebuah organisasi massa untuk kepentingan ideologi lain yang tidak pernah dikomunikasikan secara terbuka kepada anggota akar rumputnya.

Sejarah pemburuan penyihir dan tragedi salem

Momentum besar datang pada 1917, saat Revolusi Bolshevik meletus di Rusia. Peristiwa ini membuat ISDV semakin radikal, sementara satu per satu pengurus asal Belanda justru dipulangkan paksa oleh pemerintah kolonial.

Kekosongan kepemimpinan ini akhirnya diisi oleh tokoh pribumi, Semaoen dan Dharsono resmi memimpin ISDV pada 1919, menggantikan Sneevliet yang telah diusir dari Hindia Belanda sejak Desember 1918.

Perubahan kepemimpinan ini punya dampak signifikan. Semaoen dan Dharsono berhasil menggeser haluan SI ke arah kiri secara perlahan namun pasti.

Sejarah revolusi Prancis: penyebab dan dampaknya bagi dunia

Puncaknya terlihat dalam Kongres SI ketiga pada Oktober 1918 di Surabaya, yang secara resmi menyatakan sikap menentang pemerintah kolonial selama dianggap melindungi kepentingan kapitalisme, sekaligus menuntut upah minimum dan pembatasan jam kerja buruh.

Ketika SDAP di Belanda bertransformasi menjadi Partai Komunis Belanda pada 1918, semangat serupa menular ke Hindia Belanda.

Dalam kongres ketujuh pada 23 Mei 1920, ISDV resmi berganti nama menjadi Perserikatan Komunis di Hindia (PKI), dengan Semaoen sebagai ketua pertama, Dharsono sebagai wakil ketua, Bergsma sebagai sekretaris dan Dekker sebagai bendahara.

Gunung kelud di Blitar: sejarah bencana dan perkembangan mitigasi

Partai ini kemudian secara resmi bergabung dengan Komunis Internasional (Comintern) di Moskow pada akhir 1920. Menjadikan PKI sebagai partai komunis pertama di Asia yang berafiliasi resmi dengan jaringan komunisme global.

Sneevliet sendiri, meski telah diusir dari Hindia, tetap aktif mewakili kepentingan partai ini  dalam Kongres Comintern kedua, disusul Dharsono pada kongres ketiga serta Tan Malaka yang berperan aktif dalam kongres keempat.

Strategi block within yang awalnya terlihat efektif ternyata membawa konsekuensi yang justru melemahkan kekuatan pergerakan nasional secara keseluruhan.

Sejarah bendungan Wlingi Blitar, dari tragedi 1973 hingga krisis lumpur menumpuk

Perbedaan ideologi antara golongan kanan yang dipimpin Tjokroaminoto dengan golongan kiri di bawah Semaoen dan Dharsono akhirnya memuncak menjadi perpecahan terbuka di tubuh SI.

Golongan komunis yang telah menguasai banyak cabang SI bahkan mendirikan “SI Merah” sebagai tandingan kepemimpinan pusat, resmi diproklamasikan dalam kongres di Semarang pada 25 Desember 1921.

Unit-unit yang dikuasai kelompok komunis ini kemudian bertransformasi menjadi Sarekat Rakyat (SR), yang diakui sebagai basis massa resmi partai komunis.

Alasan di balik penamaan greenland dan iceland: tidak sesuai dengan kondisi geografisnya

Memasuki pertengahan 1920-an, tekanan dari Comintern semakin menentukan arah gerak PKI. Kongres Comintern kelima pada 1924 menegaskan bahwa prioritas utama partai-partai komunis di seluruh dunia adalah menguasai pergerakan serikat dagang, bukan lagi mengandalkan organisasi massa longgar seperti SR.

Perdebatan internal pun tak terhindarkan. Ali Rachman, sekretaris PKI saat itu, mengajukan resolusi kontroversial agar SR dibubarkan karena dianggap terlalu banyak diisi kalangan nasionalis borjuis yang tidak bisa diandalkan dalam aksi revolusioner.

Meski gagasan ini ditentang keras, kompromi akhirnya dicapai SR dibubarkan secara bertahap, sementara PKI mengalihkan fokus kekuatannya ke pergerakan serikat buruh dan peningkatan disiplin kader menuju aksi revolusioner yang lebih terorganisir yakni sebuah arah yang pada akhirnya menuntut pembentukan Republik Soviet Indonesia.

×