Kamu mungkin sudah tahu Blitar sebagai kota di mana Bung Karno dimakamkan. Tapi kalau kamu pikir itu satu-satunya alasan Blitar layak disebut kota bersejarah, bersiaplah untuk takjub. Blitar adalah salah satu wilayah di Indonesia yang punya lapisan sejarah paling dalam dan salah satu faktanya akan membuat kamu menganga.
“The Land of Kings”: Bukan Sekadar Tagline
Julukan The Land of Kings yang diusung Kabupaten Blitar berarti daerah yang menelurkan banyak raja. Di kota Blitar ada jejak banyak raja yang pernah berkuasa termasuk pendiri dan raja-raja terbesar Kerajaan Singosari dan Majapahit. Tidak banyak wilayah di Indonesia yang bisa mengklaim bahwa tanah mereka adalah tempat raja-raja terbesar Nusantara beristirahat, bertapa, dan dikebumikan.
Candi Penataran: Tempat Sumpah Palapa Diucapkan
Ini adalah fakta yang bahkan banyak warga Blitar sendiri tidak tahu: Mahapatih Gajahmada mengucapkan Sumpah Palapa-nya di area Candi Penataran Blitar. Tidak hanya itu, abu Ken Arok pendiri Tumapel yang menjadi cikal bakal Kerajaan Singasari pernah disimpan di candi ini.
Candi Penataran juga menjadi tempat favorit Raja Hayam Wuruk dalam perjalanan kelilingnya di Jawa Timur. Candi terbesar di Jawa Timur ini mulai dibangun sejak masa Kerajaan Kediri tahun 1194 Masehi, dan terus berkembang hingga zaman Majapahit menjadikannya satu-satunya candi di Nusantara yang merupakan warisan tiga kerajaan besar sekaligus.
Raden Wijaya Dimakamkan di Blitar
Candi Simping di Desa Sumberjati, Kecamatan Kademangan, memiliki nilai historis tinggi karena merupakan tempat pendharmaan Raden Wijaya raja pertama sekaligus pendiri Kerajaan Majapahit. Jadi di tanah Blitar pendiri Majapahit dimakamkan, raja terbesar Majapahit melakukan ritual negara, dan Mahapatih paling legendaris Nusantara mengucapkan sumpahnya.
Relevansi di Era Pop Culture 2026
Di zaman ketika sejarah kerajaan Nusantara sedang ramai diangkat kembali lewat film, game, dan konten digital, Blitar adalah goldmine yang belum benar-benar dieksploitasi. Bayangkan konten walking tour virtual Candi Penataran, atau drama sejarah pendek tentang Sumpah Palapa yang divisualisasikan di lokasi aslinya. Potensinya besar dan itu ada di Blitar.

