Artikel Pop Culture
Beranda » Keisya Levronka “Rombak” dan fenomena pop-rock 2000-an yang bangkit anak Blitar pasti langsung relate

Keisya Levronka “Rombak” dan fenomena pop-rock 2000-an yang bangkit anak Blitar pasti langsung relate

Keisya Levronka dalam visual lagu “Rombak” di Spotify. (Foto: Spotify)

Minggu lalu, lini masa musik Indonesia diramaikan oleh dua kata: rombak dan Keisya. Siapa yang belum dengar “Aku Bukan Dia” di FYP atau dijadikan backsound video patah hati orang-orang di sekitarmu? Kalau belum, kamu perlu cek playlist sekarang juga karena album ini sedang menjadi topik perbincangan di mana-mana, dari forum musik Twitter sampai obrolan di warkop Blitar.

“Rombak”: Keberanian yang Tidak Banyak Artis Berani Lakukan

Keisya Levronka resmi merilis album rombak pada 24 April 2026, menandai pergeseran berani dari balada emosional ke pop-rock yang lebih hidup dan lantang. Dua lagu fokus, “Aku Bukan Dia” dan “Tak Pantas Terluka (Lagi)”, menyuarakan pengalaman nyata dalam hubungan yang tidak utuh dan perjuangan untuk melepas luka.

Hari Buruh 2026 viral di medsos gen z Blitar punya cara sendiri untuk menyuarakan hak

Setelah “Tak Ingin Usai” menjadi anthem patah hati se-Indonesia, banyak yang mungkin mengira Keisya akan terus berada di jalur balada. Tapi justru di situlah kejutannya dia memilih untuk berubah, dan hasilnya ternyata sangat kena.

Kenapa Pop-Rock 2000-an Tiba-Tiba Relevan Lagi?

Album “Rombak” mengusung pendekatan pop-rock dari kacamata industri musik Indonesia era 2000-an, dengan dominasi petikan gitar serta aransemen full-band sebagai fondasi utamanya.

Racun TikTok sudah sampai di Blitar bagaimana live shopping mengubah cara kita belanja?

Album ini dijanjikan terasa seperti jembatan antara dua generasi menghadirkan nostalgia bagi pendengar yang tumbuh bersama pop-rock 2000-an, sekaligus menangkap fenomena “musik lama terasa baru” yang kini kembali digemari generasi muda.

Ini bukan kebetulan. Gelombang nostalgia yang sedang melanda Gen Z termasuk anak muda Blitar membuat musik-musik dengan energi era Geisha, Vierra, dan Kotak terasa seperti comfort food yang lama dirindukan.

Keisya sendiri mengungkap referensinya: “Referensiku adalah band 2000-an, kayak Avril Lavigne termasuk intern-nya, tapi kalau di Indonesia referensinya adalah Geisha, Vierra, Kotak, Pee Wee Gaskins.”

Dilan ITB 1997 tayang hari ini nostalgia yang bikin bioskop Blitar penuh sesak?

Lagu-Lagu yang Wajib Masuk Playlist Kamu

Album rombak berisi 8 lagu, masing-masing membawa warna emosi yang berbeda. Beberapa yang sudah ramai dibicarakan:

“Aku Bukan Dia” tentang perasaan menjadi pilihan kedua dalam hubungan, sesuatu yang sangat relatable bagi siapa pun yang pernah mencintai tapi tidak pernah benar-benar dipilih.

“Tak Pantas Terluka (Lagi)” berawal dari versi balada yang lebih dulu dikenal, lagu ini mengalami transformasi setelah versi band-nya viral di media sosial. Versi resminya kini hadir dengan energi yang jauh lebih besar, lebih berani, dan lebih cathartic seolah bukan lagi sekadar merasakan luka, tetapi juga melawan dan melepaskannya.

“Rayakanlah” penutup album yang terasa seperti peluk hangat setelah semua perjalanan emosional sebelumnya.

Makna “Rombak” untuk Anak Muda Blitar

Ada sesuatu yang kuat dari album ini yang melampaui soal musik ini tentang keberanian untuk berubah tanpa kehilangan diri sendiri. Keisya tidak meninggalkan versi lamanya ia justru membangunnya kembali dengan perspektif yang lebih matang. Album ini seperti pengingat bahwa menjadi kuat bukan berarti tidak pernah rapuh.

Buat anak muda Blitar yang sedang dalam fase apapun sedang healing, sedang berjuang, sedang mencari arah rombak adalah teman perjalanan yang tepat minggu ini.

 

 

Berita Terkait

×