Artikel
Beranda » Artikel: Studi pustaka tentang pembelajaran PKn di sekolah dasar

Artikel: Studi pustaka tentang pembelajaran PKn di sekolah dasar

Universitas Nahdlatul Ulama Blitar (tampak depan). (Dok. Pribadi)

Ditulis Oleh: Khusnul Nailul Hikmah(1), Shofi Nur Amalia, M.Pd.(2) Fakultas Ilmu Pendidikan dan Sosial, Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Email: lsnana1306@gmail.com(1), shofinur94@gmail.com(2)

ABSTRAK

Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di Sekolah Dasar berfungsi sebagai pembentukan sikap dan karakter peserta didik. Pembelajaran PKn tidak semata-mata diarahkan pada penguasaan konsep kewarganegaraan, melainkan pada proses penanaman nilai Pancasila yang tercermin dalam perilaku sehari-hari siswa.

Implementasi nilai-nilai Pancasila dalam mengatasi perilaku bullying di SD, artikel mahasiswa UNU Blitar

Artikel ini bertujuan untuk mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar melalui telaah literatur dari berbagai sumber ilmiah. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menganalisis buku dan artikel jurnal yang relevan.

Hasil studi pustaka menunjukkan bahwa pembelajaran PKn perlu dikembangkan secara aktif, kontekstual, dan berorientasi pada pengalaman belajar peserta didik.

Guru berperan penting sebagai pendamping dan teladan dalam proses pembentukan nilai kewarganegaraan. Pembelajaran PKn yang dilaksanakan secara efektif diharapkan mampu membentuk sikap cinta tanah air, berkomitmen, serta solidaritas peserta didik.

Profesionalisme guru dalam pendidikan modern, ditulis mahasiswa PGSD UNU Blitar

Kata Kunci: Pendidikan Kewarganegaraan, PKn Sekolah Dasar, studi pustaka, pendidikan karakter

ABSTRACT

Civics Education (PKn) in elementary schools serves to shape students’ attitudes and character. Civics learning is not solely directed at mastering civic concepts, but rather at the process of instilling Pancasila values reflected in students’ daily behavior. This article aims to study Civics Education in elementary schools through a literature review from various scientific sources. 

The method used is a literature study by analyzing relevant books and journal articles. The results of the literature study indicate that Civics learning needs to be developed actively, contextually, and oriented towards students’ learning experiences. 

Mahasiswa PGSD UNU Blitar gelar seminar dan kunjungan di Perpustakaan Kota Blitar

Teachers play a crucial role as companions and role models in the process of shaping civic values. Effectively implemented Civics learning is expected to foster a sense of patriotism, commitment, and solidarity in students.

Keywords: Civics Education, Elementary School, literature review, character education

PENDAHULUAN

Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar merupakan salah satu mata pelajaran inti yang memiliki peran fundamental dalam membangun kepribadian dan karakter peserta didik. Melalui pembelajaran PKn, siswa diarahkan untuk mengenal nilai-nilai Pancasila, norma sosial, serta prinsip dasar kehidupan berbangsa dan bernegara yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari (Winataputra, 2014).

Implementasi pembelajaran Bahasa Jawa kelas VI SD, hasil observasi mahasiswa UNU Blitar

Peserta didik pada jenjang Sekolah Dasar berada pada fase perkembangan berpikir konkret, sehingga pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan perlu disesuaikan dengan dunia nyata yang mereka alami. Keterkaitan antara materi pembelajaran dengan pengalaman keseharian siswa akan membantu mereka memahami nilai kewarganegaraan secara lebih nyata dan bermakna (Sanjaya, 2016).

Namun demikian, pelaksanaan pembelajaran PKn di Sekolah Dasar masih kerap menitikberatkan pada penguasaan materi secara teoritis, sehingga aspek pembentukan sikap dan karakter belum sepenuhnya berkembang secara optimal. Kondisi tersebut menyebabkan tujuan pembelajaran PKn sebagai sarana pembentukan sikap dan karakter belum tercapai secara optimal (Susanto, 2013).

Oleh karena itu, diperlukan kajian pustaka untuk menelaah konsep, tujuan, serta penerapan pembelajaran PKn di Sekolah Dasar berdasarkan beragam sumber ilmiah.

PMII Rayon El-Freire UNU Blitar gelar kelas persidangan untuk persiapan RTAR

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menerapkan studi kualitatif dengan teknik studi pustaka. Pendekatan tersebut digunakan untuk menelaah berbagai konsep dan pandangan mengenai pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar berdasarkan sumber ilmiah yang relevan. Data diperoleh dari buku akademik, artikel jurnal, dan publikasi ilmiah yang berkaitan dengan PKn dan pendidikan karakter.

Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi ide pokok dari setiap sumber, membandingkan pandangan para ahli, serta menyusunnya secara sistematis. Hasil analisis disajikan dalam bentuk uraian deskriptif guna memberikan pemahaman konseptual mengenai pengkajian PKn di Sekolah Dasar.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Konsep Pembelajaran PKn di Sekolah Dasar

Pengkajian Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar diarahkan untuk memudahkan siswa memahami peran dan tanggung jawabnya sebagai warga negara. Pembelajaran ini tidak hanya menekankan penerapan ilmu, tetapi juga mendorong terbentuknya sikap dan penerapan nilai-nilai Pancasila secara langsung dalam kehidupan sehari-hari (Winataputra & Budimansyah, 2012).

Hima Perbankan Syariah UNU Blitar gelar seminar ‘Level Up Your Branding’

Pembelajaran PKn perlu dilaksanakan secara berkesinambungan dan dikaitkan dengan pengalaman nyata siswa di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Pendekatan ini memungkinkan siswa memahami makna nilai kebangsaan dan norma sosial secara kontekstual.

Budimansyah (2010) menegaskan bahwa pengajaran PKn di Sekolah Dasar sebaiknya dilakukan melalui pendekatan aktif dan partisipatif. Keterlibatan siswa dalam diskusi, kerja kelompok, dan penyampaian pendapat dapat membantu menumbuhkan sikap demokratis serta tanggung jawab sebagai warga negara.

Tujuan Pembelajaran PKn di SD

Pengkajian Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran peserta didik mengenai hak dan kewajiban kewarganegaraan. Melalui proses pembelajaran tersebut, siswa mampu membangun sikap nasionalisme, toleransi terhadap perbedaan, serta kepedulian dalam kehidupan sosial (Kemendikbud, 2018).

Wali Kota Blitar hadiri yudisium ke-10 FIPS UNU Blitar, ini pesan yang disampaikan

Selain itu, PKn berperan dalam menanamkan nilai sosial seperti disiplin, toleransi, kerja sama, dan tanggung jawab yang diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat (Zuriah, 2011). Dalam konteks Kurikulum 2013, pembelajaran PKn juga menjadi sarana penguatan pendidikan karakter secara terintegrasi (Mulyasa, 2017).

Peran Guru dalam Pembelajaran PKn

Guru memiliki peran utama dalam pelaksanaan pengajaram Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar. Selain menmaparkan materi, guru berfungsi sebagai pembimbing dan contoh nyata bagi peserta didik dalam bersikap dan berperilaku. Keteladanan guru sebagai pendidik menjadi salah satu faktor penting dalam pembentukan sikap kewarganegaraan siswa.

Dalam pembelajaran PKn, guru dituntut untuk menggunakan berbagai metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa, seperti diskusi, simulasi, dan kegiatan bermain peran. Pendekatan tersebut membantu peserta didik memahami nilai kewarganegaraan secara lebih konkret dan kontekstual (Sanjaya, 2016).

Pembelajaran PKn dan Pembentukan Karakter

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan memiliki peran penting dalam mendukung penguatan perkembangan kognitif di Sekolah Dasar. Melalui proses pembelajaran PKn, peserta didik diperkenalkan dan dibiasakan dengan nilai-nilai karakter seperti kejujuran, kewajiban, solidaritas, dan gotong royong sejak usia dini (Wibowo, 2012).

Dengan pembelajaran PKn yang dirancang secara efektif dan berkelanjutan, siswa diharapkan mampu menginternalisasi nilai-nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari (Lickona, 2013).

PENUTUP

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar memberikan kontribusi penting dalam membangun karakter serta kesadaran kebangsaan peserta didik secara berkelanjutan.

Keberhasilan pembelajaran PKn sangat ditentukan oleh peran guru dalam merancang pembelajaran yang berfokus pada pembelajaran aktif dan sesuai dengan perkembangan peserta didik. Dengan strategi pembelajaran yang tepat serta keteladanan guru, nilai-nilai kewarganegaraan dapat tertanam secara optimal sejak dini.

DAFTAR PUSTAKA

Budimansyah, D. (2010). Penguatan pendidikan kewarganegaraan. Bandung: UPI Press.

Hamalik, O. (2015). Kurikulum dan pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

Kemendikbud. (2018). Kurikulum 2013 Sekolah Dasar. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Lickona, T. (2013). Educating for character. New York: Bantam Books.

Mulyasa, E. (2017). Pengembangan dan implementasi Kurikulum 2013. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Sanjaya, W. (2016). Strategi pembelajaran. Jakarta: Kencana.

Susanto, A. (2013). Teori belajar dan pembelajaran di sekolah dasar. Jakarta: Kencana.

Suyanto, & Asep, J. (2013). Menjadi guru profesional. Jakarta: Erlangga.

Winataputra, U. S. (2014). Pendidikan kewarganegaraan dalam perspektif pendidikan. Jakarta: Universitas Terbuka.

Winataputra, U. S., & Budimansyah, D. (2012). Pendidikan kewarganegaraan. Jakarta: Universitas Terbuka.

Wibowo, A. (2012). Pendidikan karakter. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Zuriah, N. (2011). Pendidikan moral dan budi pekerti. Jakarta: Bumi Aksara.

×