Artikel Berita

Imam Nahrawi Sebut Liwetan Sahur Bareng sebagai Qiyamullail Ala PMII

(Dok. PMII Blitar)

Blitar – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menyampaikan bahwa kegiatan liwetan sahur bareng sebagai qiyamullail ala Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Hal itu disampaikannya saat Kajian Ramadan dan Liwetan Sahur Bareng di Pondok Pesantren (Ponpes) Maftahul Ulum Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Jumat, 28 Maret 2025.

Ada sejumlah pesan yang disampaikan pria kelahiran Bangkalan, 8 Juli 1973 dalam kegiatan tersebut. Dia menyampaikan pentingnya kader Nahdlatul Ulama dan PMII untuk melek terhadap teknologi informasi.

Menelisik kepentingan PMII dalam Muktamar NU Ke-35

Selain itu, peran pondok pesantren juga penting dalam mencetak santri dan kader NU yang menguasai teknologi. Karena selama ini orang NU sering dianggap tertinggal dalam bidang IT.

“Maka kita jangan sampai ketinggalan soal kemajuan teknologi,” kata mantan Ketua PKC PMII Jatim ini.

Imam juga menyampaikan, kader NU harus bisa bergaul dengan semua orang. Sifat orang NU yang mudah diterima oleh semua golongan harus bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Cerita usaha gula jawa di Semen, Gandusari yang bertahan sejak 1991

“Mari kita warnai republik ini dengan peran dan kontribusi orang NU,” ujarnya. (blt)

Lihat Semua Artikel Bicara Blitar
×