Artikel Berita

PC PMII Blitar gelar Pelatihan Instruktur Dasar II, dorong transformasi kaderisasi berkelanjutan

PC PMII Blitar gelar Pelatihan Instruktur Dasar II, dorong transformasi kaderisasi berkelanjutan

Pembukaan Pelatihan Instruktur Dasar (PID) II PC PMII Blitar. Dok. PMII Blitar.

Blitar – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Blitar menggelar Pelatihan Instruktur Dasar (PID) II sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas kader dalam menjalankan sistem kaderisasi organisasi secara berkelanjutan.

Bocah Blitar ini turut bawa Bhayangkara Presisi FC juara Soeratin Cup U-13 di Lampung

Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu, 5-6 September 2026, bertempat di Pendopo Islam Nusantara, Sekretariat PC PMII Blitar. PID II mengusung tema “Transformasi Instruktur Menuju Sistem Kaderisasi PMII Berkelanjutan.”

Pelatihan ini menjadi salah satu ruang strategis bagi PMII Blitar untuk mempersiapkan instruktur yang tidak hanya memahami teknis pelatihan, tetapi juga memiliki kemampuan membaca kebutuhan kaderisasi di tengah perubahan zaman.

Ketua Pelaksana PID II yang sekaligus Wakil Ketua I PC PMII Blitar Bidang Internal dan Kaderisasi, Bayu Sutiyoso, dalam sambutannya menekankan pentingnya keberadaan instruktur dalam memastikan proses kaderisasi PMII berjalan secara terarah.

Grow Mindset: Mengapa kita harus berani gagal berkali-kali?

Menurut Bayu, instruktur memiliki posisi penting dalam membentuk kualitas kader. Karena itu, peningkatan kapasitas instruktur tidak boleh berhenti pada kemampuan menyampaikan materi, tetapi harus mampu membangun proses kaderisasi yang relevan dengan kebutuhan organisasi.

“Transformasi instruktur menjadi kebutuhan penting dalam menjaga keberlanjutan kaderisasi PMII. Instruktur harus mampu memahami perkembangan kader, membaca tantangan zaman, sekaligus memastikan nilai dan arah perjuangan PMII tetap menjadi pijakan dalam proses kaderisasi,” ungkap Bayu.

Ia berharap PID II tidak hanya menjadi forum pelatihan, tetapi mampu melahirkan instruktur yang memiliki perspektif kaderisasi yang kuat dan dapat diterapkan dalam berbagai jenjang serta kebutuhan kader PMII.

Menelisik kepentingan PMII dalam Muktamar NU Ke-35

Sementara itu, Ketua PC PMII Blitar, M. Riski Fadila, dalam sambutannya turut menyoroti pentingnya kaderisasi sebagai fondasi keberlangsungan organisasi.

Menurutnya, PMII tidak dapat berbicara mengenai masa depan organisasi tanpa membicarakan kualitas proses kaderisasi.

Regenerasi kepemimpinan dan keberlanjutan gerakan sangat bergantung pada bagaimana kader dibentuk melalui proses yang sistematis.

Cerita usaha gula jawa di Semen, Gandusari yang bertahan sejak 1991

Riski menilai instruktur tidak semestinya hanya ditempatkan sebagai pelaksana teknis dalam forum kaderisasi.

Lebih dari itu, instruktur mempunyai tanggung jawab untuk menjadi bagian dari proses pembentukan karakter, pola pikir, kapasitas intelektual, serta militansi kader.

“Kalau kita ingin berbicara tentang keberlanjutan PMII, maka yang harus diperkuat adalah sistem kaderisasinya. Instruktur menjadi salah satu elemen penting karena dari proses kaderisasi itulah kualitas kader dan keberlanjutan organisasi ditentukan,” jelasnya.

Menelaah argumentasi strategis dalam pengkaderan PMII

Ia juga mendorong peserta PID II agar menjadikan pelatihan sebagai momentum untuk memperluas cara pandang mengenai kaderisasi.

Instruktur diharapkan tidak hanya mampu menjalankan pola kaderisasi yang sudah ada, tetapi juga mempunyai keberanian melakukan evaluasi dan inovasi sesuai tantangan yang dihadapi kader-kader hari ini.

Menyoal argumentasi idealis dalam pengkaderan PMII
Lihat Semua Artikel Bicara Blitar
×