Berita

Makam Bung Karno di Blitar buka 24 jam, tukang becak rasakan lonjakan penghasilan

MBK buka 24 jam, pengemudi becak wisata Blitar rasakan lonjakan penghasilan
Salah satu tukang becak di kawasan Wisata Religi Makam Bung Karno. (Foto: Bicarablitar.com)

Blitar – Keputusan Pemerintah Kota Blitar memberlakukan jam operasional 24 jam di kawasan Wisata Religi Makam Bung Karno (MBK) memberikan angin segar bagi penggerak ekonomi bawah.

Komunitas pengemudi becak wisata di kawasan Pusat Informasi Pariwisata dan Perdagangan (PIPP) Kota Blitar melaporkan kenaikan pendapatan harian seiring dengan mengalirnya kedatangan rombongan peziarah pada malam hari.

Ketua Paguyuban Becak Wisata Kota Blitar, Beni Sugito, menyampaikan bahwa regulasi anyar yang bergulir sejak pertengahan Agustus 2026 ini memberikan ruang kerja yang lebih fleksibel bagi para anggotanya.

Apresiasi kebijakan Makam Bung Karno buka 24 Jam, GP Ansor Kota Blitar: Perkuat edukasi sejarah dan UMKM

Menurut Beni, kebijakan MBK buka 24 jam sangat menguntungkan para pengemudi becak, terutama kalangan muda yang kerap memiliki kesibukan atau pekerjaan lain pada pagi hingga sore hari. Beroperasinya destinasi hingga larut malam dimanfaatkan mereka untuk menambah penghasilan.

“Tanggapan dari para pengemudi sangat baik. Sembari santai dan mengopi malam di PIPP, mereka bisa mengantar rombongan peziarah luar kota yang baru tiba. Hasilnya sangat membantu untuk menutup kebutuhan harian,” kata Beni.

Hal senada diutarakan salah satu pengemudi becak wisata, Yunan Aditya. Ia mengaku gairah wisata malam di kawasan PIPP berdampak langsung pada dompetnya. Dari yang sebelumnya mengantongi rata-rata Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per hari, kini pendapatannya melonjak menjadi Rp100 ribu hingga Rp150 ribu sehari.

Festival Kresnayana XIII, Bupati Rijanto apresiasi pelestarian seni budaya di Amphitheater Penataran Blitar

“Sekarang kalau malam cukup ramai peziarah. Tambahan penghasilan ini sangat terasa manfaatnya untuk dibawa pulang ke rumah,” tutur Yunan.

Apresiasi terhadap kebijakan Pemkot Blitar ini diiringi pula dengan beberapa catatan evaluasi dari para pengemudi di lapangan demi meningkatkan mutu pelayanan wisata malam.

Beni Sugito mengharapkan adanya penambahan fasilitas lampu penerangan di area titik kumpul dan penjemputan penumpang di bawah halte PIPP. Pencahayaan yang memadai dinilai penting untuk menjamin rasa aman serta ketertiban saat proses antrean becak berlangsung di malam hari.

Smart City Blitar, transformasi digital layanan publik kota

Sementara itu, Yunan mengusulkan agar pemerintah daerah memberikan pembekalan atau kesempatan studi banding mengenai tata kelola pelayanan transportasi wisata 24 jam. Edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas para pengemudi dalam menyambut lonjakan wisatawan secara rapi, tertib, dan profesional.

Lihat Semua Artikel Bicara Blitar
×