Blitar – Keputusan Pemerintah Kota Blitar untuk memberlakukan jam operasional 24 jam di kawasan Cagar Budaya Makam Bung Karno (MBK) terus mendapat respons positif dari kalangan organisasi pemuda.
Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kota Blitar menilai terobosan ini sangat tepat guna mempermudah aksesibilitas para peziarah sekaligus menghidupkan ekosistem ekonomi kerakyatan di sekitar lokasi wisata sejarah.
Ketua PC GP Ansor Kota Blitar, Mohamad Romdhoni, menyampaikan bahwa terbukanya akses kunjungan sepanjang hari merupakan bentuk murni dedikasi dan ikhtiar daerah dalam memuliakan rekam jejak perjuangan Sang Proklamator Kemerdekaan RI.
Menurut Romdhoni, status Kota Blitar sebagai lokasi persemayaman terakhir Ir. Soekarno menghadirkan konsekuensi moral untuk senantiasa menyambut kehadiran warga dari pelbagai pelosok tanah air yang ingin mendoakan dan meresapi gagasan-gagasan kebangsaan Bung Karno.
“Banyak peziarah dari luar kota atau lintas pulau yang menempuh perjalanan jauh dan baru tiba di Blitar pada tengah malam atau dini hari. Pembukaan akses 24 jam ini menjadi jawaban konkret atas kebutuhan publik, sehingga siapapun dapat berziarah secara khusyuk tanpa terikat batasan gerbang yang tertutup,” tutur Romdhoni.
Ia menambahkan, perpanjangan jam operasional ini secara alami mendorong gairah ekonomi malam (night economy). Sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), kuliner khas, cenderamata, penginapan, hingga moda transportasi lokal dapat merasakan dampak perputaran ekonomi yang lebih merata.
Guna menjaga keberlanjutan program tersebut, Ansor Kota Blitar mendorong jajaran dinas terkait untuk memperketat pengawasan teknis di lapangan. Aspek kenyamanan, pencahayaan, kebersihan lingkungan, serta jaminan keamanan peziarah selama 24 jam harus menjadi prioritas utama penataan.
Romdhoni juga menggarisbawahi pentingnya ruang dialog antara pemerintah daerah dengan para pedagang dan masyarakat tempatan agar penerapan regulasi baru ini tidak menimbulkan gesekan sosial, melainkan memberi manfaat bagi semua pihak.
“Kritik dan saran dari warga sekitar harus dijadikan batu pijakan evaluasi. Pada prinsipnya, GP Ansor Kota Blitar siap mendukung keberlanjutan operasional 24 jam Makam Bung Karno demi menjaga marwah Kota Blitar sebagai pilar perawat ingatan sejarah bangsa,” tutup Romdhoni.

