Blitar – Insiden tidak sportif pernah mewarnai pertandingan futsal Porprov Jatim VIII antara Kabupaten Blitar melawan Kota Malang di babak delapan besar, yang digelar di Lapangan Fatkhi Tanggulangin, Sidoarjo. Seorang atlet futsal Blitar bernama Hanafi Jauhar Ahmad ditendang lawan saat merayakan gol dengan sujud syukur.
Video kejadian tersebut menyebar luas dan viral di media sosial. Pelatih Futsal Putra Kabupaten Blitar, Febry Wahyu Wiyono, menjelaskan insiden terjadi setelah timnya unggul lewat gol penalti kelima yang dicetak Nico Saputra, yang kemudian dirayakan Hanafi dengan sujud syukur di tengah lapangan.
Sanksi bagi pelaku dan permintaan maaf
Panitia Disiplin (Pandis) Porprov Futsal Jatim menjatuhkan sanksi larangan bermain selama dua tahun bagi pelaku penendangan. KONI Kota Malang turut menyampaikan permintaan maaf resmi atas insiden tersebut, dan menyebut kasus ini menjadi bahan evaluasi pembinaan atlet futsal ke depannya.
Meski sempat emosi, para pemain dan ofisial Kabupaten Blitar berhasil menahan diri tanpa melakukan aksi balasan. Tim Blitar akhirnya melaju ke babak final Porprov Jatim VIII dan meraih medali perak setelah kalah dari Kabupaten Sidoarjo.
Fakta unik
Fakta menarik, Hanafi tetap bisa tampil di partai final meski sempat mendapat perawatan medis usai insiden penendangan tersebut, menunjukkan semangat sportivitas dan profesionalisme atlet Blitar dalam menghadapi tekanan pertandingan.

