Artikel Pop Culture
Beranda » Hari Jadi ke-120 Kota Blitar digelar sederhana penuh makna

Hari Jadi ke-120 Kota Blitar digelar sederhana penuh makna

Foto makam Bung Karno (web blitarkota go.id)

Blitar – Peringatan Hari Jadi ke-120 Kota Blitar digelar dengan konsep sederhana namun tetap sarat nilai historis pada awal April 2026. Rangkaian acara diawali dengan ziarah ke sejumlah makam tokoh penting yang memiliki kontribusi besar dalam sejarah kota, dipimpin langsung oleh Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin.

Ziarah ke Tokoh-tokoh Bersejarah

Rombongan yang dipimpin Wali Kota Syauqul Muhibbin bersama Ketua DPRD Kota Blitar mengunjungi beberapa lokasi bersejarah, termasuk Makam Bung Karno, makam Pangeranan, makam Adipati Aryo Blitar I, hingga makam tokoh lokal seperti Mbah Bendo dan Mbah Djoyodigdan. Ziarah ini menjadi simbol penghormatan terhadap para leluhur yang telah berjasa membentuk fondasi Kota Blitar sejak awal berdiri.

Upacara Sederhana di Halaman Kantor Wali Kota

Puncak peringatan dilaksanakan lewat upacara di halaman Kantor Wali Kota Blitar, diikuti jajaran ASN dan unsur Forkopimda. Meski digelar dengan konsep yang lebih sederhana dibanding tahun-tahun sebelumnya, esensi peringatan tetap dijaga lewat rangkaian doa dan refleksi perjalanan panjang Kota Blitar selama 120 tahun.

Profil Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin, sosok Mas Ibin

120 Tahun Perjalanan sebagai Kota Otonom

Usia 120 tahun menandakan perjalanan panjang Kota Blitar sebagai daerah otonom yang terus bertransformasi, dari kota kecil peninggalan kolonial hingga menjadi kota yang dikenal luas berkat statusnya sebagai tempat kelahiran dan makam Bung Karno. Setiap peringatan Hari Jadi menjadi momentum refleksi sekaligus perayaan identitas kota yang terus dijaga oleh warganya.

Momentum Introspeksi Pembangunan Kota

Bagi Pemkot Blitar, Hari Jadi bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan juga kesempatan mengevaluasi capaian pembangunan sekaligus menyusun visi ke depan. Konsep sederhana yang diusung tahun ini justru dinilai lebih mendekatkan makna filosofis perayaan kepada masyarakat, dibanding sekadar seremoni besar yang minim substansi.

Melibatkan Partisipasi Berbagai Elemen

Meski digelar sederhana, rangkaian peringatan tetap melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari ASN, tokoh masyarakat, hingga perwakilan komunitas sejarah lokal. Partisipasi lintas elemen ini menegaskan bahwa Hari Jadi Kota Blitar bukan sekadar seremoni pemerintah, melainkan juga milik bersama seluruh warga kota.

Pizza Hut resmi hadir di Blitar, ini lokasi dan ceritanya

Dengan usia 120 tahun, Kota Blitar diharapkan terus tumbuh menjadi kota yang semakin maju tanpa melupakan akar sejarah yang telah membentuk identitasnya selama lebih dari satu abad perjalanan. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan dalam setiap peringatan Hari Jadi diharapkan terus menular ke berbagai aspek pembangunan kota, menjadikan usia satu abad lebih ini sebagai pengingat bahwa perjalanan panjang sebuah kota selalu diwarnai kerja keras kolektif seluruh elemen masyarakatnya.

Dengan begitu, cerita dan manfaatnya akan terus relevan dibicarakan warga Blitar dari generasi ke generasi. Hal ini menegaskan bahwa setiap elemen kota, sekecil apa pun, punya peran dalam merajut identitas Blitar secara keseluruhan. Konsistensi menjaga kualitas dan relevansi dari waktu ke waktu tetap menjadi kunci utama keberlanjutannya.

7 julukan Kota Blitar dan kisah di baliknya yang wajib diketahui
×