Artikel Berita
Beranda » SUCOFINDO dorong circular economy sawit lewat sertifikasi ISPO dan verifikasi emisi demi dukung Visi Indonesia Emas 2045

SUCOFINDO dorong circular economy sawit lewat sertifikasi ISPO dan verifikasi emisi demi dukung Visi Indonesia Emas 2045

proses penanaman pohon (sumber foto: web Pemkab Blitar)

PT SUCOFINDO (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pembangunan berkelanjutan menuju Visi Indonesia Emas 2045, salah satunya melalui dukungan terhadap implementasi circular economy di sektor kelapa sawit. Komitmen ini disampaikan dalam ajang Pekan Riset Sawit Indonesia (PERISAI) 2026 yang berlangsung pada 20-21 Juli lalu, sebagai langkah strategis memperkuat kolaborasi antara pemerintah, peneliti, dan pelaku industri dalam membangun ekosistem sawit yang berkelanjutan dan berdaya saing.

Head of Climate Solution & Sustainable Energy Project Management Unit PT SUCOFINDO, Dikman Purnama, menjelaskan bahwa penerapan circular economy merupakan strategi untuk menjembatani keberlanjutan industri dengan ketahanan bisnis di tengah berbagai tantangan sektor sawit. Tantangan tersebut meliputi tingginya kontribusi emisi, timbulan limbah, tingginya penggunaan air, energi dan lahan, tekanan terhadap hutan dan keanekaragaman hayati, hingga meningkatnya tuntutan standar keberlanjutan dari pasar global.

Residu Sawit Diubah Jadi Sumber Daya

“Kelapa sawit memiliki peran penting bagi ekspor, ketahanan energi, ketahanan pangan, serta perekonomian daerah. Namun, di tengah berbagai tekanan yang dihadapi industri, circular economy dapat menjadi solusi untuk meningkatkan daya saing, mempertahankan nilai, memulihkan sumber daya sekaligus meregenerasi sistem produksi agar lebih berkelanjutan,” ujar Dikman Purnama.

Dalam model linear konvensional, residu sawit umumnya berakhir sebagai limbah yang menimbulkan biaya dan emisi tambahan. Melalui pendekatan circular economy, residu sawit tidak lagi dipandang sebagai limbah, melainkan sumber daya yang dapat menghasilkan energi, mereduksi emisi karbon, menjadi pupuk, hingga memiliki nilai pasar yang terukur.

Sejalan dengan Kebijakan Hilirisasi Nasional

Menurut Dikman, implementasi circular economy sawit sejalan dengan arah kebijakan pemerintah, khususnya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 yang menempatkan sawit sebagai komoditas strategis nasional dan bagian dari hilirisasi berbasis sumber daya alam. Pendekatan ini mendorong industri sawit tidak hanya memenuhi kepatuhan regulasi, tetapi juga menunjukkan kinerja keberlanjutan yang terukur dan kompetitif di pasar global.

Layanan Sertifikasi dan Verifikasi Emisi

Sebagai dukungan terhadap transisi strategis ini, SUCOFINDO menyediakan sejumlah layanan bagi pelaku industri sawit, mulai dari Sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) yang menjadi instrumen wajib sesuai Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2025 dan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 33 Tahun 2025, hingga layanan audit energi, konsultansi lingkungan, perizinan lingkungan, monitoring lingkungan, dan inventarisasi emisi.

SUCOFINDO juga menjalankan peran strategis sebagai Lembaga Validasi dan Verifikasi (LVV) yang telah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional pada skema Gas Rumah Kaca dan Nilai Ekonomi Karbon, memastikan setiap klaim penurunan emisi dilakukan secara terukur, transparan, dan sesuai standar yang berlaku secara nasional maupun internasional.

“SUCOFINDO siap mendukung sinergi strategis dalam mewujudkan upaya berkelanjutan melalui circular economy sawit, mulai dari proses fase hulu, proses produksi, hingga hilir, sehingga tercipta industri yang tangguh, berkelanjutan, dan mampu menjawab tantangan pasar global,” tutup Dikman Purnama.

×