Blitar – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bumi dengan magnitudo 5,8 mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Jumat sore. Pusat gempa terletak di kedalaman 67 kilometer di bawah laut, menjadikannya kategori gempa dalam yang cenderung lebih rendah risiko tsunaminya.
BMKG langsung mengeluarkan informasi resmi bahwa tidak ada potensi tsunami akibat gempa ini. Masyarakat di wilayah pesisir Sulawesi Utara diminta tetap tenang namun tetap memantau informasi resmi dari kanal-kanal komunikasi BMKG.
Tidak ada korban dan kerusakan signifikan
Dari monitoring awal aparat setempat, tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur yang berarti. Beberapa warga sempat berhamburan keluar rumah saat guncangan terasa, namun situasi kembali kondusif dalam waktu singkat.
Pemerintah daerah Sulawesi Utara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung mengaktifkan tim reaksi cepat untuk menyisir wilayah-wilayah yang dilaporkan merasakan guncangan paling kuat. Laporan sementara menyatakan kondisi aman terkendali.
Potensi gempa susulan tetap diwaspadai
BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang biasa menyertai gempa utama. Warga diimbau tidak mendekati bangunan yang terlihat retak atau rusak hingga dinyatakan aman oleh petugas.
Sulawesi Utara memang termasuk salah satu daerah dengan aktivitas seismik tinggi di Indonesia karena posisinya yang berada di zona pertemuan lempeng tektonik. Edukasi mitigasi bencana gempa bumi terus digencarkan pemerintah daerah bersama BPBD dan BMKG.
Indonesia secara keseluruhan merupakan negara dengan aktivitas gempa bumi terpadat di dunia karena berada di kawasan Cincin Api Pasifik. Sistem monitoring BMKG terus diperkuat untuk memastikan respons cepat dan akurat setiap kali terjadi gempa di seluruh wilayah nusantara.

