Artikel Pop Culture

Dhyo Haw, musisi reggae akustik dengan lirik reflektif

Dhyo Haw, musisi reggae akustik dengan lirik reflektif
Ilustrasi AI/Bicara Blitar

Blitar – Dhyo Haw menjadi salah satu nama yang mewakili regenerasi musisi reggae Indonesia setelah era Tony Q Rastafara dan Steven & Coconut Treez. Musiknya kerap tampil dalam format lebih akustik dan personal dibanding reggae band besar pada umumnya.

Pendekatan musikal yang lebih intim ini membuat Dhyo Haw punya ruang tersendiri di skena reggae Tanah Air, menjangkau pendengar yang menyukai lirik reflektif dengan balutan instrumen yang lebih sederhana.

Konsisten tampil di berbagai festival reggae

Nama Dhyo Haw kerap masuk dalam daftar musisi yang tampil di berbagai festival reggae nasional, berdampingan dengan nama-nama besar seperti Coconuttreez, Momonon, dan Sejedewe. Konsistensi tampil di berbagai panggung ini memperkuat posisinya sebagai representasi reggae generasi baru.

Musik indie Indonesia makin berkembang lewat era digital streaming

Tema-tema yang diangkat dalam karya Dhyo Haw umumnya berkisar pada refleksi diri, perjalanan hidup, dan pesan-pesan positif yang disampaikan dengan cara yang santai namun tetap dalam maknanya.

Fakta unik

Fakta menarik, kehadiran musisi seperti Dhyo Haw menandai pergeseran skena reggae Indonesia yang kini tidak lagi selalu identik dengan simbol visual khas Jamaika seperti warna merah kuning hijau atau rambut gimbal, namun tetap mempertahankan spirit musik reggae itu sendiri.

Skena punk lokal Indonesia bertahan di tengah dominasi musik pop
Lihat Semua Artikel Bicara Blitar
×