Blitar – Budaya angkringan makin digandrungi warga Blitar sebagai tempat nongkrong sekaligus makan malam yang murah meriah. Konsep tenda sederhana dengan aneka lauk pauk selalu berhasil menarik minat berbagai kalangan.
Angkringan Blok M di Jalan Cakraningrat, Kelurahan Sentul, Kecamatan Kepanjenkidul, jadi salah satu yang paling hits belakangan ini. Bukan sekadar angkringan biasa yang hanya menjajakan nasi kucing, tempat ini menawarkan variasi menu sangat beragam.
Mulai dari pecel khas Blitar, mie ayam, hingga soto hangat tersedia di satu tempat, cocok dinikmati di tengah udara malam yang sejuk. Konsep tempat makan terbuka yang santai namun tetap bersih jadi daya tarik tersendiri.
Harga yang ditawarkan sangat ramah di kantong, mulai dari Rp2.000 untuk aneka sate-satean hingga Rp15.000 untuk menu makanan berat. Cocok bagi pelajar dan mahasiswa yang ingin makan kenyang tanpa menguras uang saku.
Ada pula Angkringan Mbok Idul di kawasan Srengat yang belakangan viral di media sosial. Angkringan baru ini menawarkan menu kekinian dengan suasana makan yang unik, cocok untuk nongkrong bersama teman di malam hari.
Angkringan-angkringan ini biasanya buka mulai sore hingga tengah malam, memberikan fleksibilitas bagi pengunjung yang ingin makan lebih awal maupun mereka yang baru pulang kerja atau kuliah larut malam.
Selain menu makanan, angkringan di Blitar juga umumnya menyediakan aneka minuman hangat seperti wedang jahe, teh, dan kopi tubruk yang cocok dinikmati sambil bersantai menikmati suasana malam.
Konsep lesehan di angkringan juga jadi daya tarik tersendiri, memberikan suasana santai yang berbeda dibanding makan di restoran maupun cafe modern. Banyak yang menganggap suasana ini lebih akrab dan hangat.
Bagi pelaku usaha kuliner, tren angkringan yang terus digandrungi ini membuka peluang usaha baru. Modal yang dibutuhkan relatif kecil dibanding membuka restoran maupun cafe dengan konsep modern.
Beberapa angkringan bahkan mulai berinovasi dengan menambahkan live music sederhana atau nonton bareng saat ada pertandingan sepak bola, menambah daya tarik bagi pengunjung yang ingin suasana lebih meriah.
Media sosial juga berperan besar dalam mempopulerkan angkringan-angkringan baru di Blitar. Banyak yang viral hanya dalam hitungan hari setelah direview content creator lokal di TikTok maupun Instagram.
Dengan harga terjangkau dan suasana yang khas, angkringan tetap jadi pilihan favorit warga Blitar untuk menghabiskan waktu malam bersama teman maupun keluarga, sekaligus melestarikan budaya kuliner tradisional Jawa.
Sebelum berangkat, ada baiknya cek dulu ulasan pengunjung lain di Google Maps agar bisa menyesuaikan ekspektasi dengan kondisi terkini di lapangan.
Datang lebih pagi disarankan agar bisa menikmati suasana lebih tenang sebelum lokasi mulai dipadati pengunjung, terutama saat akhir pekan atau musim libur sekolah.
Jangan lupa membawa air minum dan bekal secukupnya, terutama jika lokasi yang dituju cukup jauh dari pusat kota dan minim warung di sekitarnya.
Bagi yang datang dari luar kota, disarankan menggunakan aplikasi peta digital untuk memudahkan perjalanan, mengingat sebagian lokasi berada di kawasan pedesaan dengan penunjuk jalan terbatas.
Musim kemarau umumnya jadi waktu terbaik untuk berkunjung, karena akses jalan lebih kering dan pemandangan lebih jernih tanpa gangguan kabut maupun hujan deras.
Selalu jaga kebersihan selama berwisata dengan tidak membuang sampah sembarangan, sebagai bentuk tanggung jawab bersama menjaga kelestarian destinasi wisata lokal Blitar.
Berbagi pengalaman lewat media sosial juga bisa membantu mempromosikan potensi wisata lokal, sekaligus memberi informasi terkini bagi calon pengunjung lain yang berencana datang.
Menyempatkan diri berbincang dengan warga atau pengelola setempat juga bisa jadi cara menarik menggali cerita dan informasi yang tidak tertulis di internet.
Sebelum berangkat, ada baiknya cek dulu ulasan pengunjung lain di Google Maps agar bisa menyesuaikan ekspektasi dengan kondisi terkini di lapangan.
Datang lebih pagi disarankan agar bisa menikmati suasana lebih tenang sebelum lokasi mulai dipadati pengunjung, terutama saat akhir pekan atau musim libur sekolah.
Jangan lupa membawa air minum dan bekal secukupnya, terutama jika lokasi yang dituju cukup jauh dari pusat kota dan minim warung di sekitarnya.
Bagi yang datang dari luar kota, disarankan menggunakan aplikasi peta digital untuk memudahkan perjalanan, mengingat sebagian lokasi berada di kawasan pedesaan dengan penunjuk jalan terbatas.

