Artikel Pop Culture
Beranda » Fakta Blitar, ternyata jadi gudang telur ayam terbesar di Indonesia

Fakta Blitar, ternyata jadi gudang telur ayam terbesar di Indonesia

Gambar telur (Foto: dprdkedirikab.go.id)

Di balik julukannya sebagai kota kelahiran Bung Karno, Kabupaten Blitar ternyata juga menyandang predikat lain yang tak kalah membanggakan: sentra produksi telur ayam terbesar di Indonesia. Dengan populasi ayam petelur mencapai lebih dari 22 juta ekor, Blitar mampu menyumbang sekitar 30 persen kebutuhan telur ayam konsumsi nasional dan 70 persen kebutuhan telur di Jawa Timur.

Berawal dari Lahan Bekas Lahar Gunung Kelud

Fakta menarik, geliat peternakan ayam petelur di Blitar ternyata berawal dari kondisi geografis wilayahnya yang merupakan bekas aliran lahar Gunung Kelud, khususnya di kawasan Kecamatan Ponggok. Tanah berpasir bekas lahar ini rupanya sangat cocok untuk kandang ayam skala besar, membuat warga sekitar mulai merintis usaha peternakan sejak akhir 1970-an.

Salah satu kawasan yang paling dikenal sebagai sentra peternakan adalah Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro, yang sudah menjadi pusat produksi telur ayam sejak 1970 dan kini menjadi rumah bagi salah satu perusahaan peternakan skala nasional terbesar di Blitar.

Fakta Sejarah, Blitar Jadi Saksi Pemberontakan PETA 1945

Ribuan Peternak, Ribuan Ton Telur per Hari

Saat ini, tercatat ribuan peternak rakyat tersebar di seluruh 22 kecamatan Kabupaten Blitar, ditambah ratusan peternak skala perusahaan. Total produksi telur ayam di Blitar mencapai sekitar 1.150 hingga 1.200 ton per hari, dengan perputaran omzet harian peternak diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah.

Faktor pendukung lain yang membuat Blitar unggul di sektor ini adalah ketersediaan jagung melimpah sebagai bahan baku pakan, kemampuan peternak lokal meracik pakan sendiri secara mandiri, hingga jiwa kewirausahaan masyarakat yang terus diwariskan lintas generasi peternak.

Jadi Perhatian Pemerintah Pusat

Peran strategis Blitar dalam ketahanan pangan nasional bahkan mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat. Wakil Presiden RI beberapa kali meninjau langsung peternakan modern di Blitar sebagai bagian dari upaya mendukung modernisasi sektor peternakan rakyat dan penguatan ketahanan pangan nasional.

Candi Penataran Blitar, ternyata jadi yang terbesar di Jatim

Fakta ini menjadi pengingat bahwa di balik kekayaan sejarah dan budayanya, Kabupaten Blitar juga menyimpan kekuatan ekonomi yang besar lewat sektor peternakan. Bagi warga Blitar, predikat sebagai “gudang telur nasional” ini bisa menjadi kebanggaan tersendiri, sekaligus bukti nyata bagaimana kearifan lokal dan kondisi geografis mampu diubah menjadi sumber penghidupan yang menopang ketahanan pangan bangsa.

Menopang Ekonomi Ribuan Keluarga

Sektor peternakan ayam petelur di Blitar tidak hanya menopang perekonomian peternak besar, tetapi juga menjadi tulang punggung ekonomi bagi ribuan keluarga peternak rakyat skala kecil dan menengah. Rantai bisnis yang terbentuk mulai dari penyedia pakan, jasa transportasi telur, hingga pedagang pengepul turut merasakan dampak ekonomi positif dari geliat industri ini.

Ke depan, dengan dukungan modernisasi teknologi kandang dan digitalisasi sistem produksi, sektor peternakan ayam petelur Blitar diharapkan mampu terus tumbuh berkelanjutan, sekaligus mempertahankan posisinya sebagai salah satu penopang utama ketahanan pangan nasional di tengah meningkatnya kebutuhan protein hewani masyarakat Indonesia dari tahun ke tahun.

Fakta menarik Makam Bung Karno, ikon sejarah Kota Blitar

×