Artikel
Beranda » Harga emas berpotensi naik meski sentimen safe haven turun

Harga emas berpotensi naik meski sentimen safe haven turun

Gambar Emas Antam (Foto: ntb.polri.go.id)

Harga emas dunia (XAUUSD) diproyeksikan masih memiliki ruang untuk melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Kamis (6/8) waktu setempat. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, prospek kenaikan logam mulia ini semakin menguat setelah muncul sejumlah sinyal teknikal yang menunjukkan dominasi tekanan beli masih cukup solid, meski arah pergerakan harga diperkirakan tetap diwarnai volatilitas seiring dinamika geopolitik dan kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menjelaskan bahwa secara teknikal harga emas pada time frame harian berhasil menunjukkan perubahan struktur harga yang positif setelah sebelumnya bergerak dalam fase konsolidasi. Keberhasilan menembus fase sideways tersebut dinilai sebagai indikasi bahwa tekanan beli kembali mendominasi pasar.

Sinyal Teknikal yang Mendukung Tren Naik

5 kebiasaan finansial yang wajib dimulai sejak usia 20-an

Selain keluar dari fase konsolidasi, harga emas juga tercatat berhasil breakout dari pola Bullish Pennant, yang dikenal sebagai salah satu pola kelanjutan tren. Analis menyebut kombinasi ini diperkuat dengan terbentuknya pola Double Bottom, yang menunjukkan tekanan jual mulai melemah sementara pembeli secara bertahap mengambil alih kendali pasar.

Dengan kombinasi sinyal tersebut, target kenaikan terdekat diproyeksikan berada di area 4.354 sebagai level resistance penting. Apabila level ini berhasil ditembus dengan dukungan volume transaksi yang memadai, potensi penguatan bisa berlanjut menuju 4.483 sebagai target resistance berikutnya.

Faktor Global yang Ikut Mempengaruhi

Ekonomi global Maret 2026 bergejolak, ini 5 fakta penting yang jarang dibahas

Dari sisi fundamental, harga emas pada sesi perdagangan Asia diperkirakan bergerak mixed karena pasar masih dipengaruhi sentimen yang saling berlawanan. Perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai berjalan cukup positif berpotensi mengurangi permintaan terhadap aset safe haven, termasuk emas, karena meningkatnya optimisme terhadap stabilitas geopolitik.

Di sisi lain, pelemahan dolar Amerika Serikat yang bertahan di dekat level terendah beberapa pekan terakhir masih memberi dukungan bagi harga emas, karena membuatnya lebih terjangkau bagi investor global pemegang mata uang selain dolar. Arah kebijakan suku bunga Federal Reserve juga disebut sebagai faktor penentu utama, di mana sinyal pelonggaran moneter berpotensi membuka ruang lebih besar bagi kenaikan harga emas lebih lanjut.

Tetap Ada Risiko Koreksi

Rahasia harga emas terbongkar: pola 23 tahun yang jarang diketahui

Meski proyeksi cenderung positif, analis mengingatkan bahwa kenaikan yang agresif juga berpotensi memunculkan aksi ambil untung dari pelaku pasar. Investor maupun trader disarankan tetap memantau level resistance sebagai area evaluasi kekuatan tren, karena koreksi jangka pendek masih mungkin terjadi meski struktur bullish secara umum masih terjaga.

Perlu diingat bahwa pergerakan harga emas maupun aset investasi lainnya bersifat fluktuatif dan mengandung risiko. Analisis semacam ini bersifat proyeksi pasar dan bukan jaminan hasil investasi, sehingga masyarakat yang tertarik berinvestasi di instrumen logam mulia maupun produk turunannya disarankan mempelajari lebih dalam serta memahami profil risiko masing-masing sebelum mengambil keputusan.

×