Artikel

UMKM Blitar terus berkembang lewat berbagai program pemberdayaan

Event/Workshop Blitar
Ilustrasi AI/Bicara Blitar

Blitar – Sektor UMKM di Blitar terus menunjukkan geliat positif lewat berbagai program pemberdayaan yang digagas pemerintah maupun lembaga swasta. Dukungan ini jadi angin segar bagi pelaku usaha kecil yang ingin mengembangkan bisnisnya.

Program SALEHA atau Sadar Legalitas Berusaha jadi salah satu inisiatif penting yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama DPMPTSP Kota Blitar. Program ini fokus mendorong pelaku UMKM agar semakin kompetitif lewat kemudahan mengurus legalitas usaha.

Acara yang digelar di Ruang Sasana Praja Kantor Wali Kota Blitar ini menghadirkan ekosistem pelayanan terpadu, memudahkan pelaku usaha mengurus NIB sekaligus mendapatkan informasi sertifikasi halal dan SPPIRT dalam satu tempat.

Pameran UMKM Blitar yang jadi etalase produk unggulan lokal

Salah satu pelaku UMKM makanan ringan asal Kota Blitar mengaku sangat terbantu dengan layanan terpadu tersebut, karena sebelumnya harus mendatangi beberapa instansi berbeda untuk mengurus dokumen legalitas usaha.

Selain legalitas, bantuan modal usaha juga rutin disalurkan berbagai lembaga. Lazisnu PBNU Jawa Timur misalnya, bekerja sama dengan Indomaret memberikan pelatihan kewirausahaan sekaligus bantuan modal kepada 30 pelaku UMKM sektor makanan dan minuman.

Total nilai bantuan yang disalurkan program tersebut mencapai sekitar Rp170 juta, mencakup modal usaha dan gerobak sebagai sarana pendukung bagi peserta dalam menjalankan maupun mengembangkan usaha mereka.

Bazar UMKM Blitar yang jadi wadah promosi produk lokal

Konsep kelompok usaha juga digencarkan Pemerintah Kabupaten Blitar untuk membantu pelaku usaha mikro meningkatkan kapasitas hingga kekuatan manajemen pemasaran. Penguatan usaha dinilai lebih efektif dilakukan secara kelompok lewat wadah koperasi.

Bank BRI melalui unit Talun juga aktif mendorong UMKM naik kelas, seperti kisah Fasiatin yang mengembangkan usahanya dari perdagangan sembako, jasa laundry, hingga menjadi agen BRILink yang melayani kebutuhan transaksi masyarakat sekitar.

Kriteria UMKM naik kelas di Kabupaten Blitar mencakup minimal tiga dari lima aspek, yaitu peningkatan kualitas produk, kepemilikan minimal dua legalitas usaha, peningkatan omzet dan aset, perluasan jangkauan pemasaran, serta potensi sumber daya manusia.

2.004 industri kerajinan kayu tersebar di Kabupaten Blitar

Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Blitar terus melakukan pembinaan berkelanjutan kepada UKM, memastikan program pemberdayaan tidak berhenti pada bimbingan semata, tapi juga pendampingan jangka panjang.

Dengan berbagai dukungan yang terus mengalir, pelaku UMKM Blitar diharapkan semakin kompetitif dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas, baik tingkat regional maupun nasional.

Geliat UMKM yang terus berkembang ini menjadi bukti nyata bahwa ekonomi kerakyatan tetap jadi pilar penting pembangunan daerah, sejalan dengan semangat gotong royong yang menjadi karakter khas masyarakat Blitar.

Ada 1.158 unit koperasi aktif di Kabupaten Blitar 2025

Sebelum berangkat, ada baiknya cek dulu ulasan pengunjung lain di Google Maps agar bisa menyesuaikan ekspektasi dengan kondisi terkini di lapangan.

Datang lebih pagi disarankan agar bisa menikmati suasana lebih tenang sebelum lokasi mulai dipadati pengunjung, terutama saat akhir pekan atau musim libur sekolah.

Jangan lupa membawa air minum dan bekal secukupnya, terutama jika lokasi yang dituju cukup jauh dari pusat kota dan minim warung di sekitarnya.

Kripik tempe, oleh-oleh renyah favorit dari tanah Blitar

Bagi yang datang dari luar kota, disarankan menggunakan aplikasi peta digital untuk memudahkan perjalanan, mengingat sebagian lokasi berada di kawasan pedesaan dengan penunjuk jalan terbatas.

Musim kemarau umumnya jadi waktu terbaik untuk berkunjung, karena akses jalan lebih kering dan pemandangan lebih jernih tanpa gangguan kabut maupun hujan deras.

Selalu jaga kebersihan selama berwisata dengan tidak membuang sampah sembarangan, sebagai bentuk tanggung jawab bersama menjaga kelestarian destinasi wisata lokal Blitar.

Peyek uceng, camilan renyah khas Blitar yang jadi favorit

Berbagi pengalaman lewat media sosial juga bisa membantu mempromosikan potensi wisata lokal, sekaligus memberi informasi terkini bagi calon pengunjung lain yang berencana datang.

Menyempatkan diri berbincang dengan warga atau pengelola setempat juga bisa jadi cara menarik menggali cerita dan informasi yang tidak tertulis di internet.

Sebelum berangkat, ada baiknya cek dulu ulasan pengunjung lain di Google Maps agar bisa menyesuaikan ekspektasi dengan kondisi terkini di lapangan.

Cara membuat NIB gratis lewat OSS untuk pelaku UMKM

Datang lebih pagi disarankan agar bisa menikmati suasana lebih tenang sebelum lokasi mulai dipadati pengunjung, terutama saat akhir pekan atau musim libur sekolah.

Jangan lupa membawa air minum dan bekal secukupnya, terutama jika lokasi yang dituju cukup jauh dari pusat kota dan minim warung di sekitarnya.

BRI BO Sudirman Semanggi hadiri peresmian pembukaan Koperasi DPD RI
Lihat Semua Artikel Bicara Blitar
×