Artikel

Kuliner legendaris Blitar yang bertahan puluhan tahun, ada yang sejak 1940-an

Blitar – Di tengah menjamurnya cafe dan restoran modern, sejumlah warung makan legendaris di Blitar tetap eksis mempertahankan cita rasa turun-temurun. Beberapa bahkan sudah berdiri sejak era sebelum Indonesia merdeka.

Salah satu yang paling ikonik adalah Soto Bok Ireng, yang sudah berdiri sejak era 1940-an. Kuah bumbunya yang terasa kuat namun tetap segar membuat warga Blitar tak pernah bosan menikmatinya lintas generasi.

Ada juga Depot Mirasa yang terkenal dengan menu mie pangsitnya. Dilihat dari bangunannya saja sudah terlihat jejak puluhan tahun, suasana lawas yang kental langsung terasa begitu masuk ke dalam.

Sate bekicot, kuliner ekstrem khas Blitar yang bikin penasaran wisatawan

Pecel Mbok Bari juga tak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Blitar. Warung ini pertama kali didirikan pada era 1970-an sebagai usaha keluarga penjaja pecel di pinggir jalan, sambal kacangnya yang kental dan aromatik jadi ciri khas yang bikin pelanggan selalu kembali.

Warung Tahu Lontong Lethok Mbak Sarmi di Jalan Cemara juga masuk kategori legendaris. Usaha yang dimulai sejak awal 1990-an dari gerobak kecil ini kini jadi tujuan kuliner favorit, kuah santannya yang khas jadi rasa yang sulit ditemukan di tempat lain.

Depot Anda yang telah berdiri sejak 1980-an juga jadi ikon kuliner Blitar. Menyajikan hidangan tradisional Jawa berpadu Chinese food, tempat ini dikenal dengan porsi besar dan harga terjangkau.

Lima kuliner khas Blitar yang wajib dicoba saat berkunjung

Bergeser ke kuliner malam, ada Warung Kikil dan Uritan Mbok Rip di Jalan Imam Bonjol yang sudah berdiri sejak 1993. Warung yang buka pukul 19.00 hingga menjelang subuh ini terkenal dengan cita rasa pedas yang bikin ketagihan, terutama menu kikil dan uritan alias jeroan ayam.

Warung Jendil Mbah Yamah juga jadi surganya pencinta iwak kali atau ikan air tawar. Di sini pengunjung bisa memilih olahan ikan jendil atau patin sesuai selera, mulai dari botok jendil, jendil masak kuning, hingga jendil goreng.

Tak jauh dari bekas Stasiun Gebang, ada warung sederhana yang sudah berdiri sejak 1981. Menyajikan masakan rumahan khas Jawa dengan harga terjangkau, warung ini tetap ramai didatangi pelanggan setia meski lokasinya sederhana di pinggir jalan.

1.017 rumah makan berdiri di Kabupaten Blitar 2025

Faktor harga yang relatif murah jadi salah satu alasan warung-warung lawas ini tetap bertahan hingga puluhan tahun. Dengan menu sederhana dan porsi rumahan, pengunjung bisa menikmati makanan khas Jawa tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Di tengah gempuran restoran modern dan cafe kekinian, keberadaan warung legendaris ini justru jadi magnet tersendiri. Banyak orang merasa rasa makanan tradisional punya kehangatan dan kenangan yang tak tergantikan oleh menu-menu kekinian.

Warung legendaris Blitar jadi bukti nyata bahwa kuliner tradisional masih punya tempat di hati masyarakat, tetap eksis di tengah perkembangan zaman yang terus bergerak cepat.

Kanigoro pimpin pertumbuhan rumah makan di Kabupaten Blitar

Menariknya, sejumlah warung legendaris ini kini mulai beradaptasi dengan era digital. Beberapa di antaranya sudah terdaftar di aplikasi ojek online, memudahkan pelanggan yang ingin menikmati cita rasa lawas tanpa harus datang langsung ke lokasi.

Regenerasi pengelolaan juga jadi tantangan tersendiri bagi warung-warung legendaris ini. Banyak yang kini dikelola oleh generasi kedua atau ketiga, dengan tetap mempertahankan resep asli demi menjaga loyalitas pelanggan lama.

Pemerintah daerah melalui dinas pariwisata juga mulai melirik potensi wisata kuliner legendaris ini sebagai daya tarik tambahan bagi wisatawan yang berkunjung ke Blitar, khususnya mereka yang datang untuk wisata sejarah ke Makam Bung Karno.

Pizza Hut resmi hadir di Blitar, ini lokasi dan ceritanya

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Blitar, menyempatkan diri mampir ke salah satu warung legendaris ini bisa jadi pengalaman kuliner yang berkesan, sekaligus cara menghargai jejak sejarah kuliner kota kelahiran sang Proklamator.

Beberapa warung legendaris ini bahkan kerap dikunjungi tokoh publik dan pejabat daerah saat berkunjung ke Blitar, menambah nilai historis sekaligus prestise tersendiri bagi warung-warung sederhana tersebut.

Melestarikan kuliner legendaris bukan hanya soal menjaga cita rasa, tapi juga menjaga warisan budaya kuliner Blitar agar tetap dikenal generasi mendatang di tengah gempuran tren makanan kekinian yang terus bermunculan.

Kuliner legendaris khas Blitar yang wajib kamu coba

Yuk, sempatkan waktu menjelajahi kuliner legendaris Blitar dan rasakan sendiri kenapa cita rasa lawas ini tetap dicintai lintas generasi hingga sekarang.

Berita Terbaru

Lihat Semua Artikel Bicara Blitar
×