Blitar – Pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, yang berlangsung 27-31 Agustus 2026, mendapat pengamanan ketat dari aparat gabungan kepolisian dan TNI. Skala besar acara yang dihadiri Presiden RI dan ribuan peserta menuntut skema pengamanan berlapis.
Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam acara pembukaan di Lapangan Untung Suropati pada Kamis malam, 27 Agustus 2026, menjadi salah satu pertimbangan utama dalam penyusunan skema pengamanan level tinggi yang melibatkan pasukan pengamanan presiden.
Titik-titik strategis jadi fokus pengamanan
Selain venue utama sidang di Gedung Serba Guna KH Hasbullah Said, aparat keamanan juga memetakan 27 titik strategis lain di sekitar kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum yang menjadi lokasi akomodasi maupun mobilitas ribuan peserta selama lima hari pelaksanaan Muktamar.
Pengamanan lalu lintas juga menjadi perhatian khusus, mengingat lonjakan volume kendaraan dari berbagai daerah yang membawa rombongan peserta Muktamar diperkirakan akan memadati akses jalan menuju Tambakberas selama periode pelaksanaan acara.
Koordinasi lintas instansi
Pengamanan Muktamar ke-35 NU melibatkan koordinasi lintas instansi antara Polres Jombang, Polda Jawa Timur, jajaran TNI, hingga instansi terkait lain untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan aman dan tertib dari awal registrasi hingga penutupan acara.
Sterilisasi area di sekitar venue utama sidang dan tempat menginap peserta turut menjadi bagian dari prosedur pengamanan standar, mengingat besarnya jumlah massa yang akan berkumpul dalam satu waktu dan lokasi yang relatif terpusat di kompleks pesantren.
Dukungan warga sekitar untuk kelancaran acara
Selain dukungan aparat keamanan resmi, warga sekitar Tambakberas juga dilibatkan dalam berbagai peran pendukung, mulai dari penyediaan tempat parkir tambahan hingga bantuan logistik, mencerminkan gotong royong masyarakat dalam menyukseskan hajatan besar NU ini.
Simulasi pengamanan jelang hari H
Sebelum pelaksanaan resmi, aparat keamanan gabungan dilaporkan telah melakukan simulasi pengamanan di sejumlah titik krusial, termasuk area pembukaan di Lapangan Untung Suropati dan venue sidang utama di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum.
Simulasi ini bertujuan memastikan seluruh personel keamanan memahami alur evakuasi, titik kumpul, dan skema penanganan darurat apabila terjadi situasi tak terduga selama rangkaian acara berlangsung, mengingat besarnya jumlah massa yang akan hadir.
Pengamanan siber turut disiapkan
Selain pengamanan fisik, aspek keamanan siber juga menjadi perhatian khusus mengingat rangkaian Muktamar akan disiarkan secara luas melalui berbagai kanal digital, sehingga perlindungan terhadap sistem informasi dan data peserta turut menjadi bagian dari skema pengamanan menyeluruh.
Selain personel kepolisian dan TNI, panitia juga mengerahkan relawan dari kalangan Banser dan organisasi kepemudaan NU untuk membantu pengaturan lalu lintas serta pengamanan swadaya di berbagai titik strategis selama pelaksanaan acara berlangsung.
Pengalaman menyelenggarakan berbagai hajatan besar di masa lalu menjadi modal penting bagi panitia dan aparat keamanan dalam merancang skema pengamanan yang lebih matang untuk Muktamar ke-35 NU kali ini.
Kesiapan pengamanan yang matang ini diharapkan dapat memastikan seluruh rangkaian Muktamar berjalan aman, lancar, dan khidmat dari awal hingga akhir pelaksanaan.
Pengalaman dari pengamanan hajatan besar sebelumnya
Aparat keamanan turut mengacu pada pengalaman pengamanan berbagai hajatan besar keagamaan sebelumnya di Indonesia, mengadaptasi berbagai pelajaran penting guna menyempurnakan skema pengamanan Muktamar ke-35 NU kali ini.
Kolaborasi erat antara panitia penyelenggara dan aparat keamanan sejak tahap perencanaan awal dinilai menjadi kunci penting keberhasilan pengamanan acara berskala besar semacam ini, meminimalkan risiko gangguan keamanan selama pelaksanaan.
Kesigapan aparat dan panitia dalam menyiapkan skema pengamanan berlapis ini diharapkan mampu menjaga kekhidmatan seluruh rangkaian Muktamar dari awal hingga penutupan acara.
Keberhasilan menjaga keamanan dan ketertiban selama Muktamar berlangsung akan menjadi catatan penting yang turut menentukan kelancaran seluruh agenda strategis organisasi, mulai dari sidang komisi hingga puncak pemilihan kepemimpinan baru.
Dengan pengamanan yang telah disiapkan sedemikian rupa, panitia dan aparat keamanan optimistis seluruh rangkaian Muktamar ke-35 NU dapat berlangsung aman dan tertib, memberikan rasa nyaman bagi seluruh peserta dan warga sekitar lokasi acara.
Foto: Personel keamanan gabungan bersiaga di sekitar area Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas menjelang Muktamar ke-35 NU.

