Artikel Pop Culture

The S.I.G.I.T., band rock Bandung yang dijuluki jawaban Indonesia untuk Wolfmother

The S.I.G.I.T., band rock Bandung yang dijuluki jawaban Indonesia untuk Wolfmother
Ilustrasi AI/Bicara Blitar

Blitar – The S.I.G.I.T., singkatan dari The Super Insurgent Group of Intemperance Talent, merupakan band rock asal Bandung yang telah aktif sejak 2002. Band ini terdiri dari Rektivianto ‘Rekti’ Yoewono pada vokal dan gitar, Farri Icksan Wibisana pada gitar, Aghan Sudrajat pada bass, dan Absar Lebeh pada gitar.

Musik The S.I.G.I.T. memadukan hard rock, garage rock, blues rock, dan psychedelic rock, menciptakan suara yang kental dengan pengaruh musik rock era 1970-an sekaligus sentuhan britpop dan shoegaze yang lebih modern.

Asal nama band yang unik

Rekti, sang vokalis, pernah menceritakan bahwa nama The S.I.G.I.T. lahir dari momen iseng saat mencari namanya sendiri di internet, terinspirasi dari nama band Black Rebel Motorcycle Club yang menjadi salah satu pengaruh musik mereka.

Adhitia Sofyan rayakan hampir dua dekade bermusik lewat showcase After All This Time 2.0

Sebelum merilis album resmi, The S.I.G.I.T. sudah memiliki basis penggemar setia berkat lagu ‘Soul Sister’ yang sempat menjadi radio hit di Bandung dan Jakarta, membuktikan kekuatan musik mereka bahkan sebelum masuk jalur industri rekaman besar.

Fakta unik

Fakta menarik, media Australia pernah menjuluki The S.I.G.I.T. sebagai ‘jawaban Indonesia untuk Wolfmother’, sebuah pengakuan internasional yang menegaskan kualitas musik rock Tanah Air mampu bersaing di panggung global.

Aruma, musisi indie yang rilis singel Jalan Buntu
Lihat Semua Artikel Bicara Blitar
×