Artikel Pop Culture
Beranda » Masjid Ar Rahman Blitar, replika Masjid Nabawi di Jawa Timur

Masjid Ar Rahman Blitar, replika Masjid Nabawi di Jawa Timur

Suasana Masjid Ar-Rahman Blitar. (Foto: Muhammad Thoha Ma'ruf/unsplash)

Blitar – Masjid Ar Rahman menjadi salah satu ikon wisata religi paling populer di Kota Blitar, berkat arsitekturnya yang meniru kemegahan Masjid Nabawi di Madinah. Berlokasi di Jalan Ciliwung Nomor 2, Kelurahan Bendo, Kecamatan Kepanjenkidul, masjid ini tak pernah sepi pengunjung, bahkan disebut-sebut sebagai “Masjid Nabawi Blitar” oleh warga sekitar.

Lahir dari Pengalaman Spiritual di Madinah

Pembangunan Masjid Ar Rahman diinisiasi oleh Abah HM Hariyanto, pengusaha asal Blitar sekaligus Presiden Direktur Mayangkara Group, perusahaan yang bergerak di bidang minyak dan gas. Ide pembangunan masjid ini bermula dari pengalaman spiritual mendalam yang dirasakannya saat menunaikan ibadah umrah pertama kali di Masjid Nabawi. Ia kemudian berkeinginan menghadirkan suasana serupa bagi keluarga, karyawan, dan jemaah luas di tanah kelahirannya.

Pembangunan masjid dimulai dengan peletakan batu pertama pada 24 Desember 2018 dan rampung akhir 2019, berdiri di atas lahan seluas sekitar 5.000 meter persegi. Masjid ini resmi diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, pada 2019.

Rekomendasi hotel di Blitar, dari budget sampai bintang

Detail Arsitektur yang Meniru Madinah

Masjid Ar Rahman mengusung gaya arsitektur Utsmaniyah Mamluk, lengkap dengan kubah-kubah menjulang dan ornamen rumit yang dipikirkan detail demi detail. Pengunjung akan disambut gapura raksasa berbentuk Al-Qur’an di pintu masuk, dengan jalur terpisah antara jemaah laki-laki dan perempuan mengikuti tata cara di Masjid Nabawi asli.

Salah satu daya tarik khas masjid ini adalah payung-payung raksasa di halaman yang bisa membuka dan menutup secara otomatis, persis seperti di Masjid Nabawi, berfungsi melindungi jemaah dari terik matahari maupun hujan sekaligus menambah kesan estetika. Masjid ini bahkan menggunakan parfum ruangan yang diimpor langsung dari Madinah, serta memajang potongan kiswah asli berbenang emas dan perak sebagai bagian dari koleksi religinya.

Pusat Kegiatan Keagamaan dan Wisata

Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, Masjid Ar Rahman juga dirancang sebagai pusat kegiatan keagamaan sekaligus wisata religi, menjadikannya lebih dari sekadar bangunan ibadah biasa. Kehadirannya turut menggerakkan ekonomi sekitar, mulai dari sektor perhotelan hingga kuliner, mengingat banyak wisatawan dari luar kota sengaja datang untuk berziarah sekaligus menikmati keindahan arsitekturnya.

Rekomendasi wisata alam di Blitar, dari gunung sampai pantai

Bagi warga maupun wisatawan yang ingin berkunjung, akses menuju Masjid Ar Rahman cukup mudah, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum seperti angkutan kota jurusan Pasar Templek dari Terminal Blitar.

Ramai Dikunjungi Saat Momen Lebaran

Kepadatan pengunjung di Masjid Ar Rahman biasanya memuncak pada momen tertentu, seperti libur Lebaran, ketika wisatawan dari luar kota berdatangan untuk menyaksikan langsung kemegahan arsitekturnya sekaligus beribadah dalam suasana yang berbeda dari masjid pada umumnya. Tak jarang pengunjung mengabadikan momen kunjungan mereka lewat foto maupun video pendek yang kemudian dibagikan di media sosial, turut mendongkrak popularitas masjid ini secara nasional.

Selain berwisata religi ke Masjid Ar Rahman, pengunjung juga bisa melanjutkan perjalanan ke destinasi wisata lain di sekitar pusat Kota Blitar, seperti Alun-alun Kota Blitar yang ramai dikunjungi warga pada sore hingga malam hari, lengkap dengan aneka jajanan khas yang dijajakan pedagang kaki lima di sekitarnya.

Harlah ke-12 Kampung Coklat, wisata gratis sepanjang Agustus

×