Blitar tidak bisa dilepaskan dari sosok Ir. Soekarno, sang Proklamator sekaligus Presiden pertama Republik Indonesia.
Kota yang dijuluki Bumi Bung Karno ini menyimpan banyak jejak kehidupan dan perjuangan beliau yang bisa dikunjungi wisatawan.
Berikut enam destinasi wisata sejarah Bung Karno di Blitar yang wajib masuk daftar kunjungan Anda.
1. Makam Bung Karno
Kompleks Makam Bung Karno terletak di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. Bangunan utamanya berbentuk joglo khas Jawa dan diapit oleh makam kedua orang tua sang Proklamator.
Selain area makam, kompleks ini juga dilengkapi perpustakaan dan museum yang menyimpan koleksi pribadi Bung Karno, mulai dari foto, lukisan, hingga barang peninggalan masa perjuangan.
2. Perpustakaan Proklamator Bung Karno
Berada satu kawasan dengan kompleks Makam Bung Karno, perpustakaan ini menyimpan koleksi buku-buku bacaan Bung Karno serta beberapa karya tulisnya.
Bagi pengunjung yang ingin memahami pemikiran sang Proklamator lebih dalam, perpustakaan ini menjadi tempat yang ideal. Berbagai dokumen sejarah dan foto langka juga dipamerkan di area ini.
3. Istana Gebang
Istana Gebang atau Ndalem Gebang merupakan rumah tempat tinggal orang tua Bung Karno yang berada di Jalan Sultan Agung Nomor 69, Kota Blitar.
Lokasinya hanya sekitar 2,5 kilometer dari Makam Bung Karno. Interior rumah ini masih dipertahankan seperti aslinya, sehingga pengunjung dapat merasakan atmosfer masa kecil sang Proklamator. Tiket masuknya hanya Rp3.000 dengan jam operasional 07.00–17.00 WIB.
4. Monumen PETA
Monumen PETA dibangun untuk mengenang pemberontakan tentara PETA (Pembela Tanah Air) terhadap pasukan Jepang pada 14 Februari 1945.
Monumen ini berada di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, dan dilengkapi patung tokoh pemberontakan seperti Shodanco Supriyadi dan Chudancho Dr. Ismangil. Lokasinya tidak terlalu jauh dari Makam Bung Karno.
5. Monumen Supriyadi
Monumen Supriyadi dibangun untuk mengenang jasa Shodanco Supriyadi sebagai pemimpin pemberontakan PETA di Blitar. Selain monumen, terdapat juga patung setengah dada Supriyadi yang berada di depan Pendapa Kabupaten Blitar. Monumen ini menjadi simbol semangat perjuangan rakyat Blitar dalam melawan penjajahan.
6. Patung Bung Karno dan Taman Pecut
Di pusat Kota Blitar, tepatnya di Jalan Merdeka, Kepanjen Lor, terdapat Taman Pecut yang menjadi ruang publik favorit warga.
Nama Pecut diambil dari ikon patung cambuk raksasa yang melambangkan keberanian rakyat Blitar. Lokasinya hanya sekitar 500 meter dari Stasiun Blitar atau tujuh menit berjalan kaki, sehingga sangat mudah dijangkau wisatawan.
Mengunjungi enam destinasi di atas adalah cara terbaik untuk mengenal sosok Bung Karno bukan hanya sebagai tokoh nasional, tetapi juga sebagai bagian dari sejarah dan kebanggaan warga Blitar.
Setiap tempat menyimpan cerita yang melengkapi gambaran kita tentang perjalanan hidup sang Proklamator.

