Artikel Feature
Beranda » Utsman bin Affan: Kodifikasi mushaf dan munculnya ketegangan politik

Utsman bin Affan: Kodifikasi mushaf dan munculnya ketegangan politik

Kakbah di Saudi Arabia. (Foto: Internet)

Setelah Umar bin Khattab wafat, tim musyawarah memilih Utsman bin Affan sebagai khalifah ketiga. Utsman bukan sosok keras seperti Umar. Gayanya lebih tenang, lembut, dan menghindari konflik langsung. Masalahnya, situasi umat saat itu sudah jauh lebih kompleks.

Di masa Utsman, wilayah Islam terus meluas. Pasukan tersebar hingga Afrika Utara dan Asia Tengah. Penduduknya beragam, bahasa berbeda, dan cara membaca Al-Qur’an pun mulai bervariasi. Perbedaan ini awalnya kecil, tapi berpotensi menimbulkan konflik.

Masalah perbedaan bacaan sampai ke telinga Utsman. Ia khawatir Al-Qur’an justru menjadi sumber perpecahan. Utsman lalu membentuk tim yang dipimpin Zaid bin Tsabit untuk menyusun mushaf standar berdasarkan dialek Quraisy.

Soekarno dalam pandangan Tan Malaka: Antara fakta, mitos, dan kekuasaan

Salinan mushaf ini kemudian dikirim ke berbagai wilayah. Naskah lain yang berbeda diminta untuk tidak digunakan lagi. Keputusan ini bukan tanpa kritik. Namun langkah ini terbukti penting untuk menjaga keseragaman bacaan hingga hari ini.

Di sisi lain, Utsman mengangkat beberapa kerabatnya ke posisi strategis. Menurut Utsman, mereka dipilih karena kemampuan dan kepercayaan. Namun di mata sebagian masyarakat, kebijakan ini dianggap nepotisme. Keluhan mulai muncul dari berbagai daerah. Masalah ini diperparah oleh jarak Utsman yang cenderung menghindari konfrontasi langsung.

Keluhan dari Mesir, Kufah, dan Basrah makin keras. Sebagian kritik masuk akal, sebagian lagi bercampur fitnah. Utsman tidak menindak keras para pengkritiknya. Ia memilih bersabar dan berharap situasi mereda. Sayangnya, pendekatan ini justru memberi ruang bagi provokasi.

Pep Guardiola dan warisan Cruyff di sepak bola modern

Pelajaran dari Masa Awal Utsman

Dari periode ini terlihat bahwa: pemimpin lembut menghadapi tantangan berbeda dari pemimpin tegas, sistem pengawasan perlu lebih kuat saat wilayah membesar, niat baik tidak selalu cukup jika komunikasi buruk

Utsman bukan pemimpin yang zalim. Namun ia memimpin di masa yang penuh tekanan politik.

Akhir kepemimpinan Umar bin Khattab dan warisan keadilan

Sumber: Sirah Nabawiyah karya Syaikh Shafiyyur Rahman al-Mubarakfury

×