Artikel Berita
Beranda » Sesi perdana sekolah analisis sosial PC PMII Blitar, bahas paradigma dan landasan teoritik

Sesi perdana sekolah analisis sosial PC PMII Blitar, bahas paradigma dan landasan teoritik

Sekolah Analisis Sosial PC PMII Blitar sesi pertama. Dok. PC PMII Blitar

Blitar – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Blitar menyelenggarakan kegiatan Sekolah Analisis Sosial sebagai langkah untuk memperkuat kapasitas intelektual kader.

Kegiatan yang mengusung tema “Mengukuhkan Kepekaan Sosial Sebagai Jangkar Transformasi” tersebut memasuki sesi pertama yang digelar pada Selasa, 10 Maret 2026 di MI Ma’arif Banggle, Kanigoro, Kabupaten Blitar.

Program ini dirancang sebagai ruang pembelajaran bagi kader untuk memahami realitas sosial secara lebih mendalam melalui pendekatan teoritik dan analisis kritis. Sekolah Analisis Sosial diharapkan dapat menjadi wadah bagi kader PMII Blitar untuk mengasah kemampuan dalam membaca persoalan masyarakat secara sistematis sekaligus solutif.

Sesi kedua sekolah analisis sosial PC PMII Blitar, tekankan metodologi dan strategi perubahan

Ketua Pelaksana kegiatan, Bayu Sutiyoso yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua I PC PMII Blitar menyampaikan optimisme bahwa program tersebut akan memberikan dampak positif terhadap penguatan kapasitas kader.

Menurutnya, Sekolah Analisis Sosial tidak hanya menjadi forum diskusi, melainkan juga ruang kaderisasi intelektual yang penting bagi gerakan mahasiswa.

“Kami optimis kegiatan ini dapat menjadi ruang belajar yang serius bagi kader PMII Blitar untuk memahami persoalan sosial secara lebih mendalam. Harapannya, kader tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga memiliki kemampuan analisis yang kuat terhadap realitas masyarakat,” ujar Bayu.

Kota Blitar siapkan rancangan pembangunan 2027 dengan fokus smart governance dan ekonomi digital

Sementara itu, Ketua PC PMII Blitar, M. Riski Fadila, menegaskan bahwa Sekolah Analisis Sosial digelar sebagai bagian dari upaya memperkuat kepekaan kader terhadap berbagai problem sosial di daerah.

Ia menjelaskan bahwa banyak kader PMII Blitar yang berasal dari masyarakat lokal sehingga memiliki kedekatan langsung dengan berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini bertujuan agar kader PMII Blitar memiliki kepekaan sosial yang kuat. Karena sebagian besar kader kita berasal dari masyarakat Blitar sendiri, mereka harus mampu membaca, memahami, dan merespons berbagai persoalan sosial yang terjadi di lingkungan mereka,” jelas Riski.

Pelatihan komunikasi efektif untuk tunanetra di Blitar

Pada sesi pertama ini, materi utama disampaikan oleh Rudiyanto Hendra Setiawan yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris PCNU Kabupaten Blitar. Ia membawakan materi “Paradigma dan Landasan Teoritik Analisis Sosial.”

Dalam pemaparannya, Rudiyanto menegaskan bahwa kader PMII perlu memahami kerangka berpikir yang sistematis dalam membaca realitas sosial. Menurutnya, analisis sosial tidak cukup hanya berangkat dari pengalaman lapangan, tetapi juga harus didukung oleh fondasi teoritik yang kuat.

“Seorang kader pergerakan harus memiliki kerangka berpikir yang jelas dalam membaca realitas sosial. Analisis sosial membutuhkan landasan teoritik agar kita tidak hanya melihat gejala di permukaan, tetapi mampu memahami akar persoalan yang sebenarnya,” ungkapnya.

Rekomendasi wisata pemandian air untuk liburan keluarga di Blitar

Ia juga mendorong para peserta agar menjadikan analisis sosial sebagai instrumen perjuangan intelektual dalam mendorong perubahan di tengah masyarakat.

×