Aceh Tamiang – Sebagai upaya memperkuat pertahanan masyarakat di wilayah rawan banjir, tim relawan NU Peduli dari PCNU Kabupaten Blitar menggelar sosialisasi kesiapsiagaan bencana bagi masyarakat Desa Banai, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 23 Februari 2026 ini bertujuan untuk mengubah pola pikir masyarakat dari sekadar penyintas menjadi warga yang tangguh menghadapi ancaman alam.
Materi edukasi disampaikan langsung oleh Koordinator Relawan yang juga menjabat sebagai Sekretaris Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU Kabupaten Blitar, Anisatu Nadhiroh.
Mengingat Desa Banai merupakan salah satu titik yang terdampak cukup parah pada banjir besar November lalu, pembekalan ini menjadi sangat relevan bagi pemulihan jangka panjang warga.
Dalam paparannya, Anisatu Nadhiroh menguraikan secara komprehensif mengenai macam-macam bencana, teknik mitigasi, hingga langkah-langkah kesiapsiagaan yang harus dilakukan di tingkat keluarga.
Para peserta yang hadir tampak sangat antusias mengikuti jalannya acara dari awal hingga selesai, bahkan aktif berdiskusi mengenai tanda-tanda alam dan jalur evakuasi di desa mereka.
Anis menegaskan bahwa pengetahuan tentang mitigasi adalah investasi terpenting bagi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai. Ia menekankan bahwa rasa nyaman hanya bisa diraih jika warga memiliki kesiapan mental dan pengetahuan untuk bertindak tepat saat situasi darurat terjadi.
“Kami memberikan pemahaman tentang cara mitigasi dan kesiapsiagaan agar warga Desa Banai tidak lagi merasa gagap saat bencana datang. Antusiasme warga hari ini luar biasa, mereka sadar bahwa keselamatan bukan hanya soal keberuntungan, melainkan tentang kesiapan. Kami ingin warga tahu persis apa yang harus disiapkan sebelum bencana, dan bagaimana menyelamatkan diri secara mandiri,” ungkap Anisatu Nadhiroh.
Materi yang disampaikan meliputi cara mengenali risiko bencana di sekitar tempat tinggal, pentingnya menyiapkan tas siaga bencana, hingga tata cara penanganan awal pascabencana.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan teknis yang diajukan terkait pengamanan dokumen penting dan perlindungan kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak. (nu/blt)

