Artikel Feature
Beranda » Meski wilayah kecil, Kota Blitar punya jalur ikonik yang wajib dilewati

Meski wilayah kecil, Kota Blitar punya jalur ikonik yang wajib dilewati

Perempatan Plosokerep, Kota Blitar.
Perempatan Plosokerep, Kota Blitar. (Foto: Muhammad Thoha Ma'ruf/Unsplash)

Blitar – Kota Blitar dikenal sebagai salah satu daerah dengan luas wilayah terkecil kedua di Jawa Timur setelah Kota Mojokerto.

Namun, di balik ukurannya yang mungil, kota ini menyimpan pesona tersendiri, termasuk sejumlah jalan utama yang sarat sejarah, pusat keramaian, hingga destinasi wisata.

Berikut empat jalan ikonik yang tak boleh dilewatkan ketika berkunjung ke Kota Blitar, Bumi Bung Karno:

PGSD UNU Blitar gelar Sendra Tari, tampilkan 12 tarian budaya khas kota dan Kabupaten Blitar

1. Jalan Ir. Soekarno

Jalan ini berada tepat di depan Makam Bung Karno. Setiap peziarah yang datang pasti melewati jalur ini. Di sepanjang jalan, terdapat gedung PGSD—salah satu institusi pendidikan tertua di Blitar yang kini menjadi Kampus 3 Universitas Negeri Malang (UM).

Tak kalah menarik, kawasan ini juga memiliki City Walk Makam Bung Karno, yang kerap disebut sebagai “Malioboro-nya Blitar.”

Ini tantangan awal kepemimpinan Abu Bakar dan Perang Riddah

2. Jalan Veteran

Membujur dari utara ke selatan, jalan ini merupakan salah satu pusat perdagangan dan pertokoan di Blitar. Di kanan-kirinya berjajar toko ponsel, tempat servis, kedai makanan, hingga toko pakaian. Suasananya semakin hidup dengan hadirnya kedai kopi dan toko kelontong yang menjadikan kawasan ini ramai setiap hari.

3. Jalan Sudanco Supriyadi

Bahaya! Pemuda ini diduga curi baut rel kereta api di Blitar

Jalan ini dinamai sesuai nama pejuang asal Blitar. Tepat di seberangnya berdiri tiga bangunan bersejarah penting: Museum PETA, yang mengenang perjuangan melawan penjajahan Jepang; TMP Raden Wijaya, makam para pahlawan; serta Monumen Potlot, tempat bersejarah pengibaran bendera Merah Putih sebelum Proklamasi Kemerdekaan di Jakarta.

4. Jalan Merdeka

Jalan ini tak boleh dilewatkan karena menjadi pusat pemerintahan sekaligus keramaian kota. Di sini berdiri Kantor Pemkot Blitar dan Alun-Alun Blitar, ikon yang tak terpisahkan dari kota yang juga terkenal dengan buah belimbing.

‘Membangun Sentrum Gerakan di Era Neo Liberal’ Abdul Malik Haramain: Melihat antitesis dua paradigma PMII yang telah patah (Sebuah Ironi)

Seperti Jalan Veteran, kawasan ini juga ramai dengan deretan pertokoan, mulai dari toko elektronik, pusat busana, mal, hingga kuliner khas. (Blt)

×