Artikel Pop Culture

MCPR, band punk rock Solo yang lahir dari kampung Dawung Serengan

MCPR, band punk rock Solo yang lahir dari kampung Dawung Serengan
Ilustrasi AI/Bicara Blitar

Blitar – MCPR merupakan band punk rock asal Solo, Jawa Tengah, yang perjalanannya bermula dari sebuah sudut Kampung Dawung, Serengan. Sekelompok pemuda yang hanya duduk melingkar berbagi tawa dan mimpi di tengah suasana perkampungan itu kemudian melahirkan salah satu kebanggaan Kota Bengawan di kancah musik nasional.

Band ini awalnya bernama Mooca Caboel sejak dibentuk sekitar 2006, sebelum akhirnya resmi berganti nama menjadi MCPR bertepatan dengan rilis album pertama mereka berjudul ‘Make Love Not War’ pada 2012.

Formasi dan filosofi punk is attitude

Formasi terbaru MCPR terdiri dari Alby Alvian pada vokal dan gitar, Nur Kholis pada drum, Hendrato Puji Waluyo pada gitar dan backing vocal, serta Yhousef Maleis pada bass. Filosofi ‘punk is attitude’ yang mereka usung menegaskan bahwa identitas punk bukan sekadar soal penampilan, melainkan sikap hidup.

SATCF, band punk rock Malang yang rilis singel bertepatan Hari Kemerdekaan

MCPR dikenal mengangkat isu-isu kemanusiaan, perdamaian, dan pluralisme dalam karya-karya mereka, menjadikan musik sebagai medium untuk menyederhanakan persoalan sosial yang kompleks menjadi lirik punk rock yang mudah dicerna.

Fakta unik

Fakta menarik, basis penggemar setia MCPR dikenal dengan sebutan ‘Priders’, komunitas yang menurut band ini bukan sekadar fans biasa, melainkan tumbuh bersama secara aktif dan menjadi bagian dari gerakan yang mereka usung sejak awal.

Adhitia Sofyan rayakan hampir dua dekade bermusik lewat showcase After All This Time 2.0
Lihat Semua Artikel Bicara Blitar
×