Blitar – Sepanjang tahun 2026, Kabupaten dan Kota Blitar dipastikan dipenuhi beragam agenda meriah yang digelar hampir setiap bulan. Setidaknya ada minimal satu kegiatan besar setiap bulan yang siap menarik perhatian masyarakat lokal maupun wisatawan.
Ragam acara tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memperkuat identitas budaya serta menggeliatkan sektor pariwisata daerah. Festival Teh Sirah Kencong misalnya, digelar di Pkb. The Sirah Kencong dengan nuansa alam pegunungan yang khas.
Ada pula Haul Eyang Jugo yang rutin digelar di Padepokan Eyang Jugo, menjadi agenda religi dan budaya yang selalu menarik ribuan peziarah setiap tahunnya dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Manten Kopi di Pkb. Kopi De Karanganjar juga jadi agenda unik yang memadukan tradisi dan wisata edukasi kopi. Acara ini biasanya menampilkan prosesi budaya khas yang berkaitan dengan sejarah perkebunan kopi kolonial.
Binangun Festival IV yang digelar di Kecamatan Binangun jadi salah satu event daerah yang terus berkembang skalanya. Festival ini menampilkan berbagai kesenian lokal dan produk UMKM khas kecamatan setempat.
Pesona Penataran di kawasan Wisata Penataran juga masuk agenda tahunan yang menampilkan kolaborasi wisata sejarah dan seni pertunjukan, menghadirkan suasana berbeda di kompleks candi terbesar Jawa Timur ini.
Grebeg Pancasila jadi salah satu event terbesar yang digelar setiap 31 Mei hingga 1 Juni. Rangkaian acara meliputi Kirab Bedhol Pusaka, Pawai Lentera, Malam Tirakatan Macapat, Upacara Budaya, Kirab Gunungan Lima, hingga Kenduri Pancasila.
NGGRAVEL Blitar juga jadi agenda sport tourism yang makin diminati, diikuti ratusan cyclist dari berbagai provinsi. Rute menantang melewati bendungan, hutan, hingga lereng Gunung Kelud jadi daya tarik utama event ini.
Bulan Bung Karno di bulan Juni juga jadi rangkaian panjang perayaan budaya dan religius, mulai dari brokohan, pagelaran wayang kulit, hingga haul Bung Karno yang menghadirkan pengajian akbar di kawasan Makam Bung Karno.
Festival Kresnayana yang digelar di Amphitheater Penataran juga sukses memukau ribuan penonton, bahkan diharapkan Bupati Blitar bisa jadi ikon baru pariwisata budaya Kabupaten Blitar ke depannya.
Bagi wisatawan yang ingin merencanakan kunjungan bertepatan dengan event tertentu, disarankan memantau akun Instagram resmi @blitar_landofkings maupun Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setempat untuk update jadwal terkini.
Dengan kalender event yang padat sepanjang tahun, Blitar membuktikan diri sebagai kota yang aktif melestarikan budaya sekaligus menggeliatkan sektor pariwisata lewat berbagai perhelatan menarik setiap bulannya.
Sebelum berangkat, ada baiknya cek dulu ulasan pengunjung lain di Google Maps agar bisa menyesuaikan ekspektasi dengan kondisi terkini di lapangan.
Datang lebih pagi disarankan agar bisa menikmati suasana lebih tenang sebelum lokasi mulai dipadati pengunjung, terutama saat akhir pekan atau musim libur sekolah.
Jangan lupa membawa air minum dan bekal secukupnya, terutama jika lokasi yang dituju cukup jauh dari pusat kota dan minim warung di sekitarnya.
Bagi yang datang dari luar kota, disarankan menggunakan aplikasi peta digital untuk memudahkan perjalanan, mengingat sebagian lokasi berada di kawasan pedesaan dengan penunjuk jalan terbatas.
Musim kemarau umumnya jadi waktu terbaik untuk berkunjung, karena akses jalan lebih kering dan pemandangan lebih jernih tanpa gangguan kabut maupun hujan deras.
Selalu jaga kebersihan selama berwisata dengan tidak membuang sampah sembarangan, sebagai bentuk tanggung jawab bersama menjaga kelestarian destinasi wisata lokal Blitar.
Berbagi pengalaman lewat media sosial juga bisa membantu mempromosikan potensi wisata lokal, sekaligus memberi informasi terkini bagi calon pengunjung lain yang berencana datang.
Menyempatkan diri berbincang dengan warga atau pengelola setempat juga bisa jadi cara menarik menggali cerita dan informasi yang tidak tertulis di internet.
Sebelum berangkat, ada baiknya cek dulu ulasan pengunjung lain di Google Maps agar bisa menyesuaikan ekspektasi dengan kondisi terkini di lapangan.
Datang lebih pagi disarankan agar bisa menikmati suasana lebih tenang sebelum lokasi mulai dipadati pengunjung, terutama saat akhir pekan atau musim libur sekolah.
Jangan lupa membawa air minum dan bekal secukupnya, terutama jika lokasi yang dituju cukup jauh dari pusat kota dan minim warung di sekitarnya.

