Artikel Berita
Beranda » Gunakan media visual, LPBI NU dan Tagana Kabupaten Blitar edukasi mitigasi bencana kepada siswa MA Yaspendi Tamiang

Gunakan media visual, LPBI NU dan Tagana Kabupaten Blitar edukasi mitigasi bencana kepada siswa MA Yaspendi Tamiang

Kegiatan edukasi kebencanaan di MA Yaspendi, Sungai Iyu, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu, 25 Februari 2026. (Foto: Ahmad/Bicarablitar.com)

Aceh Tamiang – Kesadaran akan potensi bencana harus ditanamkan sejak dini, terutama bagi pelajar yang tinggal di wilayah rawan. Pada Rabu, 25 Februari 2026, tim relawan NU Peduli PCNU Kabupaten Blitar menggelar sosialisasi edukasi kebencanaan bagi para siswa di MA Yaspendi, Sungai Iyu, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber berkompeten di bidang penanggulangan bencana, yakni Anisatu Nadhiroh selaku Koordinator Relawan sekaligus Sekretaris LPBI NU Kabupaten Blitar, serta Mohammad Khoirul Huda, personel aktif Tagana (Taruna Siaga Bencana) asal Blitar.

Untuk memudahkan pemahaman para siswa, tim relawan menggunakan pendekatan edukasi berbasis visual. Para siswa ditunjukkan berbagai video dokumentasi terkait kebencanaan, mulai dari proses terjadinya bencana hingga simulasi langkah penyelamatan diri yang tepat.

Bangkitkan semangat akademik, relawan muda NU Kabupaten Blitar motivasi siswa MA Yaspendi Aceh Tamiang untuk lanjut ke perguruan tinggi

Penggunaan media video ini terbukti efektif menarik perhatian puluhan pelajar MA Yaspendi yang mengikuti acara dengan saksama.

Anisatu Nadhiroh menjelaskan bahwa pengenalan karakteristik bencana melalui video bertujuan agar siswa memiliki gambaran visual yang nyata mengenai risiko di lingkungan mereka.

“Kami ingin para siswa tidak hanya mendengar teori, tetapi melihat langsung melalui video bagaimana dampak bencana dan bagaimana cara mitigasi yang benar. Dengan pemahaman yang visual, mereka akan lebih sigap dan tidak panik jika sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat,” ujar Anisatu Nadhiroh.

Tingkatkan higienitas dayah, personel Banser ahli Tagana dari Blitar bangun sarana sanitasi di Menanggini Aceh Tamiang

Sementara itu, Mohammad Khoirul Huda dari Tagana memberikan penjelasan teknis mengenai tindakan taktis saat bencana terjadi. Ia menekankan pentingnya peran pelajar sebagai agen informasi di keluarga masing-masing untuk menyebarluaskan budaya sadar bencana.

“Siswa adalah penggerak di masyarakat. Melalui video simulasi yang kami tayangkan, kami berharap mereka bisa mempraktikkan cara berlindung dan evakuasi mandiri, serta mampu menularkan ilmu kesiapsiagaan ini kepada orang tua dan tetangga mereka,” kata Mohammad Khoirul Huda.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang NU Peduli Blitar untuk membangun ketangguhan masyarakat Aceh Tamiang pascabencana banjir.

Saksi bisu banjir bandang: Tumpukan kayu gelondongan masih menumpuk di bantaran Sungai Tamiang

Dengan membekali para siswa MA Yaspendi pengetahuan mitigasi, diharapkan risiko jatuhnya korban jiwa dan kerugian materiil di masa depan dapat diminimalisir melalui tindakan preventif yang terencana. (nu/blt)

×