Sinopsis Singkat: Empat dari Lima
“Sekawan” dalam bahasa Jawa berarti empat, sedangkan “Limo” berarti lima. Judul ini merujuk pada situasi di mana terdapat lima orang pendaki, namun sebenarnya hanya empat di antara mereka yang merupakan manusia.
Cerita berfokus pada perjalanan pendakian di Gunung Madyopuro. Cerita bermula dari Bagas dan Dyny yang melakukan pendakian berdua. Di tengah jalur pendakian, mereka bertemu dengan tiga pendaki lainnya, sehingga kelompok tersebut berjumlah lima orang. Ketegangan dimulai saat mereka menyadari adanya kejanggalan di antara anggota kelompok tersebut.
Mitos dan Aturan Pendakian
Peringatan dari Pos Penjaga
Sejak awal, para pendaki telah menerima nasihat dari petugas pos penjaga untuk mematuhi aturan selama di gunung.
Larangan Menoleh ke Belakang
Selama proses pendakian, para pendaki dilarang keras untuk menoleh ke arah belakang.
Kepatuhan pada Mitos Lokal
Setiap pendaki wajib menghormati dan mematuhi mitos lokal yang dipercaya masyarakat setempat.
Dampak Pelanggaran
Pengabaian terhadap aturan-aturan ini mengakibatkan para pendaki tersesat di jalur pendakian dan mendapatkan gangguan fisik dari makhluk tak kasat mata.
Penjelasan Akhir Cerita (Spoiler)
Identitas asli Andrew, terungkap bahwa sosok yang bukan merupakan manusia di dalam kelompok tersebut adalah Andrew. Andrew adalah roh dari seorang pendaki terdahulu yang telah meninggal dunia di Gunung Madyopuro.
Kehadirannya di tengah kelompok Bagas bukan untuk mencelakai, melainkan untuk memberikan peringatan. Andrew muncul kembali karena kelompok tersebut mengabaikan mitos lokal dan aturan keselamatan di gunung, sehingga ia berusaha mencegah mereka mengalami nasib yang sama dengannya.
Fakta Produksi: Gunung Madyopuro
Gunung Madyopuro bukan merupakan gunung nyata dalam peta geografis Indonesia, melainkan lokasi fiktif yang diciptakan untuk kebutuhan naskah.
Bayu Skak mengambil nama “Madyopuro” dari nama sebuah wilayah yang familiar bagi dirinya di masa kecil.
Proses syuting tidak dilakukan di gunung yang asli sesuai dengan mitos yang diceritakan. Keputusan ini diambil untuk menghindari risiko nyata yang mengancam nyawa, mengingat banyaknya mitos lokal di gunung-gunung tertentu yang dianggap berbahaya jika dilanggar selama proses produksi.

