Artikel Berita
Beranda » Arus barang nonpetikemas di Pelabuhan Tanjung Emas naik 13% pada Semester I 2026 jadi 2,69 juta ton, didorong ekspor-impor

Arus barang nonpetikemas di Pelabuhan Tanjung Emas naik 13% pada Semester I 2026 jadi 2,69 juta ton, didorong ekspor-impor

Kapal tanker bersandar di pelabuhan industri. (Foto: Mateusz Suski / Unsplash)

PT Pelindo Multi Terminal, anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero), mencatat kinerja positif pada Semester I 2026 dengan realisasi arus barang nonpetikemas di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, meningkat 13 persen menjadi 2.694.401 ton, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 2.390.879 ton. Peningkatan ini terjadi baik pada arus perdagangan domestik maupun luar negeri.

Branch Manager Pelindo Multi Terminal Tanjung Emas, S. Joko, menyampaikan bahwa arus barang nonpetikemas domestik mencapai 1.890.790 ton atau naik 9 persen, sementara arus perdagangan luar negeri mencapai 803.611 ton alias melonjak 23 persen dibandingkan Semester I 2025.

Komoditas Pendorong Kenaikan

KAI Logistik berikan diskon ongkir 17% lewat promo Merdeka Ongkir selama Agustus 2026

Peningkatan arus barang luar negeri didorong oleh bertambahnya impor plywood, heavy cargo, methanol, soda ash, soyabean meal, dan biji gandum. Sementara di sisi domestik, kenaikan ditopang aktivitas bongkar muat batubara, pasir, pupuk, methanol, HSD, heavy cargo, tiang pancang, arang, serta tepung tapioka.

Selain arus barang, produksi pelayanan kendaraan Ro-Ro di Tanjung Emas juga mencatat kinerja positif dengan realisasi 28.150 unit atau naik 43 persen dibandingkan Semester I 2025 yang tercatat 19.736 unit. Kenaikan ini didorong bertambahnya kendaraan golongan II sampai VI pada rute Pontianak, Sampit, dan Kumai, serta meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode Lebaran 2026.

Pelayanan Kapal Rakyat Juga Tumbuh

Produksi pelayanan kapal pelayaran rakyat (Pelra) turut mengalami peningkatan dengan realisasi 176 paket, naik 5 persen dibandingkan Semester I 2025. S. Joko menyebut pencapaian ini sebagai indikator positif meningkatnya kepercayaan pengguna jasa terhadap layanan di Pelabuhan Tanjung Emas.

Kinerja pelayanan barang nonpetikemas turut ditopang oleh peningkatan produksi penggunaan Luffing Crane, yang didukung meningkatnya aktivitas bongkar muat komoditas palm kernel.

Komitmen Tingkatkan Layanan ke Depan

S. Joko menegaskan pihaknya akan terus meningkatkan kualitas pelayanan operasional serta memastikan kelancaran proses bongkar muat agar distribusi logistik berjalan lebih efektif dan efisien. Perusahaan juga akan mengoptimalkan fasilitas operasional dan memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.

Pencapaian ini menjadi sinyal positif bagi sektor logistik nasional, mengingat Pelabuhan Tanjung Emas merupakan salah satu simpul distribusi barang penting di jalur pantai utara Jawa yang menghubungkan berbagai wilayah, termasuk arus barang dari dan menuju Jawa Timur.

Kinerja positif ini juga mencerminkan pemulihan aktivitas perdagangan pasca pandemi yang makin stabil, sekaligus menjadi indikator bahwa mobilitas logistik antarwilayah di Indonesia terus tumbuh. Dengan berbagai capaian ini, Pelindo Multi Terminal optimistis dapat mempertahankan tren positif hingga akhir tahun 2026, seiring proyeksi peningkatan permintaan jasa kepelabuhanan menjelang musim akhir tahun. Bagi pelaku usaha yang bergantung pada jalur distribusi laut, tren kenaikan arus barang ini juga bisa menjadi sinyal positif soal kelancaran pasokan dan stabilitas harga komoditas ke depan.

×