Artikel Berita
Beranda » Kawal permasalahan lingkungan, PC PMII Blitar awali rangkaian harlah dengan diskusi bersama pegiat

Kawal permasalahan lingkungan, PC PMII Blitar awali rangkaian harlah dengan diskusi bersama pegiat

Para kader-kader PMII bersama para pegiat lingkungan. Dok. PC PMII Blitar

Blitar – Isu krisis lingkungan di Blitar Raya kian mendapat perhatian serius. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Blitar mengawali rangkaian Harlah PMII ke-66 dengan menggelar diskusi bersama pegiat lingkungan, Rabu, 15 April 2026.

Kegiatan bertema Kelompok Perhutanan Sosial (KPS) di wilayah Kawasan Hutan Dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK) ini digelar di Pendopo Islam Nusantara (Sekretariat PMII Blitar), Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar.

Forum ini menjadi ruang konsolidasi antara mahasiswa dan komunitas lingkungan dalam merespons ancaman kerusakan ekologis yang semakin nyata.

Intensifkan kepengurusan, DEMA STITMA Blitar gelar musyawarah kerja

Hadir dalam diskusi tersebut Penyuluh Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Malang, Fery Eko Wahyudi. Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Malang sendiri memiliki cakupan wilayah administratif yang luas, meliputi Kabupaten Malang, Kota Malang, Kota Batu, hingga Kabupaten dan Kota Blitar.

Ia menjelaskan bahwa peran penyuluh adalah mendampingi Kelompok Perhutanan Sosial (KPS) di wilayah KHDPK sesuai peta Badan Pusat Statistik (BPS).

“Jika masyarakat menemukan pelanggaran, dapat dikoordinasikan dengan aparat berwenang melalui mekanisme antar kelembagaan,” jelasnya.

Ichiro Akbar: Bocah Blitar yang menjelma jadi ujung tombak Garuda Muda

Ketua PC PMII Blitar, M. Riski Fadila menegaskan bahwa sinergi antara mahasiswa dan pegiat lingkungan menjadi kunci penting dalam menjaga kelestarian alam.

“Momentum Harlah PMII ke-66 ini harus menjadi titik konsolidasi gerakan agar masyarakat semakin peka terhadap ancaman kerusakan lingkungan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan melalui kutipan reflektif.

Halalbihalal PCNU Blitar, mempererat akar kekeluargaan di tengah konsolidasi organisasi

“Ketika pohon terakhir ditebang, ikan terakhir ditangkap, dan sungai terakhir dikosongkan, manusia akan sadar bahwa uang tidak bisa dimakan,” tegasnya.

Dalam forum tersebut, peserta juga menyoroti potensi kerusakan lingkungan akibat pembukaan dan perluasan wilayah KHDPK yang dinilai perlu diawasi secara ketat oleh pemerintah.

Sebagai penutup, PC PMII Blitar bersama komunitas pegiat lingkungan menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut:

PMII Komisariat Pusat STITMA Blitar matangkan pelantikan dan peringatan harlah PMII ke-66, siap revitalisasi kepengurusan

Pernyataan Sikap PC PMII Blitar & Pegiat Lingkungan

1. Menilai kondisi lingkungan di Blitar sedang dalam krisis akibat eksploitasi sumber daya alam dan lemahnya pengawasan.

2. Mendesak pemerintah daerah untuk bertindak tegas, transparan, dan tanpa tebang pilih dalam penegakan hukum lingkungan.

Investasi politik Golkar Kabupaten Blitar, membangun estafet kepemimpinan dari level desa

3. Mengkritisi implementasi AMDAL yang dinilai masih sebatas formalitas tanpa pengawasan serius.

4. Menolak segala bentuk investasi yang merusak lingkungan dan mengancam keberlanjutan hidup masyarakat.

5. Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan dan pelaporan pelanggaran lingkungan.

8 Pantai eksotis di Blitar Selatan, surga tersembunyi di pesisir Jawa Timur

6. Menyatakan komitmen untuk terus mengawal isu lingkungan melalui kajian, aksi, dan advokasi kebijakan.

7. Mengajak seluruh elemen masyarakat sipil untuk bersatu dalam gerakan penyelamatan lingkungan di Blitar.

Langkah ini menegaskan bahwa peringatan Harlah PMII tidak hanya seremoni, tetapi juga menjadi momentum konsolidasi gerakan dalam mengawal isu strategis, khususnya krisis lingkungan yang kian mengkhawatirkan di Blitar Raya.

Perkembangan koperasi Desa Merah Putih di Blitar: strategi menuju kemandirian ekonomi desa

×