Aceh Tamiang – Tim relawan NU Peduli dari PCNU Kabupaten Blitar terus menunjukkan komitmen nyata dalam fase pemulihan pascabencana di Bumi Muda Sedia.
Pada Minggu, 22 Februari 2026, tim teknis berhasil menuntaskan serangkaian agenda rehabilitasi di TPQ An-Nashihah, sebuah pusat pendidikan Al-Qur’an yang menjadi tumpuan warga lokal di Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang.
Kegiatan rehabilitasi ini merupakan bagian dari misi kemanusiaan hari kedua yang dijalankan oleh delegasi relawan asal Jawa Timur.
Di bawah komando Eko Hari Setyawan, tim yang terdiri dari tujuh orang anggota tersebut bekerja secara simultan untuk memperbaiki kerusakan infrastruktur yang sempat lumpuh akibat terjangan banjir.
Dia mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan prioritas utama untuk memastikan 50 santri dan 6 ustadzah dapat kembali menjalankan aktivitas belajar mengaji dalam kondisi yang layak dan aman.
“Kami tidak hanya sekadar memperbaiki bangunan, tetapi memastikan fungsi dasar seperti air dan listrik kembali normal agar proses pendidikan agama tidak terhenti lebih lama lagi,” ujarnya.
Adapun rincian pengerjaan yang berhasil diselesaikan pada hari kedua ini meliputi empat sektor krusial:
- Keamanan Lingkungan: Pemasangan beronjong khusus untuk menangkal gangguan monyet liar yang kerap merusak fasilitas.
- Akses Air Bersih: Penggantian unit pompa air baru untuk memenuhi kebutuhan wudu dan sanitasi santri.
- Instalasi Listrik: Perbaikan menyeluruh pada jaringan kelistrikan guna menghindari risiko korsleting pascabencana.
- Revitalisasi Fisik: Pengecatan ulang seluruh dinding bangunan untuk menghapus bekas trauma banjir dan menciptakan suasana belajar yang nyaman.
PJ kegiatan, Eko Hari, menyampaikan bahwa proses pengecatan ulang memberikan dampak psikologis yang signifikan bagi warga sekitar.
Dengan dinding yang kembali cerah dan bersih, gedung TPQ kini tampak siap menyambut kembali derap langkah para santri.
“Rehabilitasi TPQ An-Nashihah ini diharapkan menjadi langkah awal kembalinya kehidupan masyarakat yang religius dan tangguh di Aceh Tamiang,” katanya. (nu/blt)

