Aceh Tamiang – Proses pemulihan sarana pendidikan agama di wilayah terdampak pascabencana terus dikebut oleh tim relawan PCNU Kabupaten Blitar.
Pada Sabtu, 21 Februari 2026, para relawan melakukan aksi gotong royong pengecatan ulang gedung TPQ An-Nashihah, Kabupaten Aceh Tamiang, guna menghapus sisa-sisa kusam akibat rendaman banjir.
Langkah pengecatan ini diambil setelah sebelumnya tim teknis menyelesaikan perbaikan instalasi listrik dan pompa air di lokasi yang sama.
Dengan sapuan warna baru, gedung TPQ diharapkan tidak hanya pulih secara fisik, tetapi juga mampu membangkitkan semangat psikologis para santri untuk kembali menuntut ilmu dalam suasana yang lebih segar.
Koordinator tim relawan PCNU Kabupaten Blitar, Anisatu Nadhiroh, menyampaikan bahwa pengecatan ini merupakan bagian dari komitmen tim untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi warga terdampak.
Ia menegaskan bahwa aspek estetika dan kebersihan gedung sangat berpengaruh pada motivasi belajar anak-anak pascabencana.
“Kami sengaja memprioritaskan pengecatan ulang agar saat TPQ ini digunakan kembali, santri merasa lebih nyaman dan betah. Kami ingin menghapus kesan kumuh akibat sisa banjir yang sempat menempel di dinding-dinding ini. Rasa nyaman adalah kunci agar trauma anak-anak perlahan terkikis oleh keceriaan di ruang kelas yang kini sudah bersih dan cerah,” ungkap Anisatu Nadhiroh saat memantau pengerjaan di lokasi.
Pantauan di lapangan menunjukkan para relawan bahu-membahu menyisir setiap sudut dinding, memastikan tidak ada lagi bekas noda lumpur yang tersisa. Aksi ini merupakan bagian dari misi kemanusiaan selama dua belas hari yang dijalankan oleh relawan asal Jawa Timur tersebut di Aceh Tamiang.
Kini, tampilan TPQ An-Nashihah mulai berubah drastis menjadi lebih representatif. Mengingat TPQ tersebut merupakan pusat pendidikan Al-Qur’an utama bagi anak-anak di wilayah tersebut yang aktivitasnya sempat lumpuh total sejak banjir bandang melanda pada November tahun lalu. (nu/blt)

