Artikel
Beranda » 6 Jurusan kuliah yang paling dicari perusahaan di tahun 2026

6 Jurusan kuliah yang paling dicari perusahaan di tahun 2026

Foto oleh Marvin Meyer di Unsplash
Sebagai orang tua atau calon mahasiswa, wajar jika merasa gelisah saat melihat berita tentang pemutusan hubungan kerja massal atau kemampuan AI yang semakin menyerupai manusia. Memilih jurusan kuliah hari ini terasa seperti sedang bertaruh dengan masa depan yang tidak pasti.
Apakah gelar yang Anda kejar selama empat tahun ke depan akan tetap relevan, atau justru menjadi usang bahkan sebelum ijazah tersebut dicetak?
Kesulitan terbesar kita saat ini bukan terletak pada kurangnya informasi, melainkan pada ketidakpastian dalam menentukan keahlian dalam diri yang tepat untuk diasah. Teknologi berkembang dalam hitungan detik, sementara sistem pendidikan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk beradaptasi.
Tantangannya adalah bagaimana mentransformasi minat pribadi menjadi kompetensi sebagai tenaga ahli yang benar-benar dibutuhkan oleh pasar kerja masa depan, bukan sekadar menjadi lulusan yang memiliki gelar namun kehilangan fungsi.

Dominasi AI dan Data Science: Fondasi Pengambilan Keputusan Masa Depan

Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) dan Data Science bukan lagi sebuah opsi tambahan dalam dunia industri. Keduanya telah menjadi tulang punggung utama di sektor keuangan, kesehatan, hingga manufaktur. Namun, ada satu pergeseran penting yang harus dipahami.
Perusahaan di tahun 2026 tidak hanya mencari ahli coding atau pengolah data mentah. Dunia kerja kini menuntut talenta yang mampu mengintegrasikan machine learning dan analisis big data untuk menghasilkan pengambilan keputusan berbasis data yang akurat.
Fokusnya telah bergeser dari sekadar kemampuan teknis menuju analisis prediktif yang etis. Urgensi ini ditegaskan secara global oleh otoritas ekonomi dunia,
“Forum Ekonomi Dunia (WEF) secara konsisten menempatkan spesialis AI dan data sebagai pekerjaan dengan pertumbuhan tercepat secara global.”

Hal tak terduga dari Teknik Mesin dan Keuangan

Mungkin sebagain orang masih berpikir bahwa jurusan tradisional akan ditinggalkan. Faktanya justru sebaliknya. Data terbaru dari survei National Association of Colleges and Employers (NACE) Winter 2026 mengungkap sebuah realita yang tak terduga.
Teknik Mesin dan Keuangan memuncaki daftar rekrutmen paling dicari. Mengapa Teknik Mesin tetap menjadi primadona? Karena transisi menuju ekonomi hijau dan manufaktur berkelanjutan membutuhkan ahli yang mampu merancang infrastruktur energi terbarukan dan sistem otomasi industri.
Namun, sebagai catatan penting bagi Anda, jurusan ini bukanlah jalur yang mudah. Anda dituntut untuk menguasai Sains, Matematika, Fisika, hingga Kimia secara mendalam untuk bisa bertahan.
Berikut adalah persentase permintaan perusahaan terhadap jurusan unggulan menurut data NACE 2026:
  1. Keuangan: 61,3%
  2. Teknik Mesin: 61,3%
  3. Ilmu Komputer: 60%
  4. Akuntansi: 58,7%
  5. Administrasi/Manajemen Bisnis: 58,7%
  6. Teknik Elektro: 51,3%

Keamanan Siber: Tameng Utama di Dunia yang Tanpa Batas Digital

Di tahun 2026, data adalah mata uang baru, dan peretasan adalah ancaman eksistensial bagi negara maupun korporasi. Hal ini menjadikan Cyber Security sebagai bidang yang sangat krusial namun sangat kekurangan tenaga ahli. Peluang karier di bidang ini sangat terbuka lebar, mencakup perancangan sistem keamanan yang kompleks, pengujian kerentanan, hingga forensik digital.
Jika memiliki ketertarikan pada perlindungan infrastruktur digital dan ingin berada di barisan terdepan dalam menjaga kerahasiaan informasi publik, ini adalah waktu yang tepat untuk masuk ke sektor ini.

Realita Pahit: Gaji Naik, Namun Pintu Masuk Semakin Menyempit

Meskipun proyeksi gaji awal untuk jurusan Ilmu Komputer, Teknik, dan Bisnis diprediksi meningkat, pintu masuk ke dunia kerja justru semakin menyempit. Data Biro Statistik Tenaga Kerja menunjukkan penurunan rekrutmen yang sangat drastis.
Dari tambahan 1,46 juta pekerjaan di tahun 2024, anjlok menjadi hanya 181.000 di tahun 2025. Terlebih lagi, ada satu lampu kuning yang harus diperhatikan. Ilmu Sosial diproyeksikan menjadi satu-satunya bidang yang mengalami penurunan gaji awal.
Lebih dari 75% perusahaan kini membatasi rekrutmen untuk posisi entry level. Pesannya jelas, menjadi “rata-rata” tidak lagi cukup. Anda harus benar-benar menjadi tenaga ahli yang kompeten dan adaptif untuk bisa menembus pintu yang kian sempit ini.


Artikel ini diolah dari berbagai sumber dengan bantuan AI

Saya dulu mahasiswa kritis?
×