Artikel Berita
Beranda » Tingkatkan Kesejahteraan Petani Tembakau, DKPP Kabupaten Blitar Optimalkan DBHCHT 2025

Tingkatkan Kesejahteraan Petani Tembakau, DKPP Kabupaten Blitar Optimalkan DBHCHT 2025

Kepala Bidang Sarana Perkebunan DKPP Kabupaten Blitar, Lukas Suprayitno,
Kepala Bidang Sarana Perkebunan DKPP Kabupaten Blitar, Lukas Suprayitno. (Foto: Bicarablitar.com)

Blitar – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar berkomitmen dalam memaksimalkan pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2025 demi mendukung peningkatan kesejahteraan petani tembakau.

Kepala Bidang Sarana Perkebunan DKPP Kabupaten Blitar, Lukas Suprayitno, menyampaikan bahwa pihaknya akan fokus menyalurkan dana tersebut secara tepat sasaran, dengan prioritas utama memenuhi kebutuhan petani mulai dari hulu hingga hilir.

“Kami ingin memastikan bahwa anggaran ini benar-benar dirasakan langsung oleh para petani tembakau. Salah satunya dengan penyediaan benih tembakau,” kata Lukas, Rabu, 28 Mei 2025.

Persiapan angkutan lebaran 2026, ASDP Surabaya pastikan armada laik laut dan kru siap melayani

Lukas menjelaskan, pihaknya memilih menyediakan benih disebabkan karena petani sering menghadapi kendala dalam memperoleh bibit unggul menjelang musim tanam, sehingga berdampak pada kualitas dan kuantitas hasil panen.

“Dorongan kami berasal dari keluhan petani yang hampir sama setiap musim tanam, mereka kesulitan mendapatkan benih tembakau yang sesuai standar,” ujar Lukas.

Lebih lanjut, DKPP Kabupaten Blitar juga berupaya agar tembakau lokal Blitar dapat memperoleh sertifikasi resmi dari instansi berwenang untuk meningkatkan nilai jual produk tembakau asal Blitar di pasar nasional bahkan internasional.

3 hari di Blitar: Menyusuri wisata sejarah, kuliner legendaris, hingga pantai selatan yang memukau

“Dengan adanya sertifikat, tembakau lokal Blitar akan memiliki nilai tambah dan membuka peluang pemasaran yang jauh lebih luas,” jelasnya.

Selain itu, Lukas juga telah melaksanakan kegiatan bimbingan teknis (bimtek) untuk meningkatkan keterampilan teknis petani dalam mengelola usaha taninya. Bimtek diagendakan dua kali, ketika pembibitan dilanjutkan perawatan atau paska panen.

“Kami ingin petani tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memiliki keterampilan teknis yang memadai agar mampu mengelola usaha taninya secara mandiri dan profesional,” imbuh Lukas.

Warga Blitar wajib tahu! Tips internetan lancar tanpa lemot selama ramadhan, 350Mbps cuma 200ribuan

Kegiatan bimtek ini tidak hanya berhenti pada tahap tanam saja, tetapi juga berlanjut hingga ke tahap perawatan, dan pasca panen yang krusial. Sebab jika salah penanganan, kualitas tembakau bisa turun drastis.

“Dengan upaya ini, saya berharap petani tidak hanya terbantu dalam aspek permodalan dan sarana produksi, tetapi juga dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas hasil pertanian mereka,” kata Lukas. (ads/dbhcht/blt)

Mengenal Ario Putra Bakti: Inovator muda dari SMKN 1 Blitar yang rambah bisnis NFT hingga bengkel motor
×