Blitar – Perkembangan teknologi digital mendorong pelajar untuk terus meningkatkan kemampuan literasi digital. Salah satu teknologi yang kini banyak digunakan adalah artificial intelligence atau AI, termasuk dalam bidang desain grafis.
Hal tersebut menjadi materi dalam kegiatan edukasi literasi digital yang diikuti teman-teman Rohis JTM Blitar Raya di Kantor Kementerian Agama Kota Blitar, Sabtu, 5 September 2026.
Kegiatan tersebut menghadirkan Muhammad Risko Saputra sebagai pemateri. Ia menyampaikan materi mengenai pemanfaatan AI dalam desain grafis serta bagaimana teknologi tersebut dapat dikorelasikan dengan kebutuhan pelajar di era digital.
Menurut Risko, perkembangan AI dapat menjadi peluang bagi pelajar untuk mengembangkan kreativitas. AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam mencari ide, membuat konsep visual, hingga membantu menghasilkan berbagai karya desain.
Namun, penggunaan AI tetap membutuhkan pemahaman literasi digital. Pelajar diharapkan tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami cara memanfaatkannya secara bijak, bertanggung jawab, dan sesuai dengan etika.
Dalam bidang desain grafis, AI dapat membantu pelajar membuat berbagai kebutuhan visual, seperti poster, infografis, konten media sosial, hingga desain publikasi kegiatan.
Risko juga menekankan bahwa AI bukan untuk menggantikan kreativitas manusia. Teknologi tersebut dapat digunakan sebagai alat bantu agar proses berkarya menjadi lebih efektif, sementara ide dan kreativitas tetap berasal dari penggunanya.
Bermanfaat bagi pembelajaran Kegiatan tersebut mendapat tanggapan positif dari peserta.
Mada, Ketua Umum dari Rohis JTM Blitar raya menilai materi yang disampaikan menarik dan bermanfaat bagi pelajar.
Menurut Mada, pemanfaatan AI dapat membantu proses pembelajaran sekaligus menambah wawasan pelajar mengenai perkembangan teknologi digital.
“Materinya bagus untuk pelajar dan bermanfaat bagi pembelajaran. Kita juga jadi lebih tahu bagaimana AI bisa dimanfaatkan dalam kegiatan sehari-hari,” ujar Mada.
Selain membahas desain grafis, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi peserta untuk memahami pentingnya literasi digital di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Pelajar diharapkan mampu menjadi pengguna teknologi yang kritis dan kreatif. Tidak hanya menggunakan AI untuk kepentingan pribadi, tetapi juga mampu memberikan informasi mengenai AI secara gamblang kepada teman sebaya maupun masyarakat.
Dengan pemahaman yang baik, AI dapat menjadi sarana untuk mendukung proses belajar dan menghasilkan karya yang kreatif serta inovatif.
Kegiatan edukasi literasi digital ini diharapkan dapat menjadi langkah bagi pelajar Blitar Raya untuk lebih siap menghadapi perkembangan teknologi.
Pemanfaatan AI yang dibarengi dengan literasi digital diharapkan mampu menciptakan generasi muda yang cerdas, kreatif, dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi.(Ko)

