Berita

KAI Logistik kelola 1,9 juta ton barang pada Juli 2026, angkutan peti kemas catat pertumbuhan tertinggi

KAI Logistik Catat Pertumbuhan Angkutan Ritel dengan 2 Juta Kiriman

Blitar – PT KAI Logistik, anak usaha PT Kereta Api Indonesia yang bergerak di bidang jasa logistik dan transportasi barang, mencatat performa gemilang sepanjang Juli 2026 dengan berhasil mengelola volume barang sebesar 1,9 juta ton. Angka ini menunjukkan pertumbuhan solid dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan segmen angkutan peti kemas mencatat pertumbuhan tertinggi di antara semua lini bisnis.

Pertumbuhan signifikan pada segmen peti kemas mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelaku industri terhadap layanan kereta api sebagai moda transportasi barang yang efisien, tepat waktu, dan ramah lingkungan. Moda kereta api memang memiliki keunggulan komparatif dalam pengangkutan barang massal jarak menengah hingga jauh dari sisi biaya dan emisi karbon yang lebih rendah dibandingkan transportasi darat berbasis truk.

Segmen unggulan yang mendorong pertumbuhan

Selain peti kemas, segmen angkutan batu bara dan produk hasil perkebunan juga memberikan kontribusi signifikan terhadap total volume Juli 2026. Rute-rute utama yang menghubungkan sentra produksi di Sumatera dan Jawa dengan pelabuhan-pelabuhan ekspor mencatat tingkat utilisasi yang tinggi sepanjang bulan tersebut.

Jasa Marga raih laba Rp1,9 triliun pada semester I 2026, ekosistem jalan tol nasional kian kuat

KAI Logistik terus berinvestasi dalam penambahan aset berupa gerbong barang modern dan peningkatan kapasitas terminal kontainer untuk mengakomodasi permintaan yang terus tumbuh. Modernisasi armada ini tidak hanya meningkatkan kapasitas angkut, tetapi juga meningkatkan keandalan dan efisiensi operasional secara keseluruhan.

Kontribusi terhadap logistik nasional

Capaian KAI Logistik pada Juli 2026 berkontribusi positif terhadap upaya pemerintah dalam mewujudkan sistem logistik nasional yang lebih efisien. Peralihan sebagian arus barang dari jalan raya ke kereta api tidak hanya mengurangi kemacetan dan kerusakan jalan, tetapi juga memangkas biaya logistik nasional yang memengaruhi daya saing produk Indonesia di pasar global.

KAI Logistik memproyeksikan tren pertumbuhan ini akan berlanjut hingga akhir 2026, didorong oleh peningkatan aktivitas ekonomi nasional, ekspansi rute baru, serta semakin banyaknya industri yang beralih ke moda kereta sebagai pilihan utama distribusi barang mereka.

PLN NPC selesaikan proyek FS 10 ECRL Malaysia, lengkapi keberhasilan proyek global pertama

Lihat Semua Artikel Bicara Blitar
×