Berita

PTPN IV PalmCo jadikan kebun dan pabrik laboratorium magang, serap lebih dari 1.300 peserta

Blitar sebagai lumbung pertanian, dari kelapa hingga nanas madu
Ilustrasi AI/Bicara Blitar

Blitar – PTPN IV PalmCo, subholding PTPN III (Persero) yang bergerak di sektor kelapa sawit, mengambil langkah inovatif dengan menjadikan kebun dan pabrik produksinya sebagai laboratorium kesiapan kerja yang menyerap lebih dari 1.300 peserta magang dari berbagai institusi pendidikan vokasi dan perguruan tinggi di Indonesia.

Program magang intensif ini dirancang bukan sekadar memberikan pengalaman kerja biasa, melainkan membekali peserta dengan keterampilan teknis dan manajerial yang langsung relevan dengan kebutuhan industri perkebunan. Dengan fasilitas lengkap dan proses produksi yang nyata, peserta mendapatkan eksposur langsung terhadap tantangan dan dinamika industri kelapa sawit modern.

Konsep laboratorium industri yang membedakan

Pendekatan kebun dan pabrik sebagai laboratorium menjadikan setiap proses produksi sebagai bahan pembelajaran yang hidup. Mulai dari pemeliharaan tanaman, pemanenan tandan buah segar (TBS), hingga proses pengolahan di pabrik kelapa sawit (PKS) menjadi objek studi yang tidak bisa didapatkan dari buku teks manapun.

Jasa Marga raih laba Rp1,9 triliun pada semester I 2026, ekosistem jalan tol nasional kian kuat

Peserta magang ditempatkan secara rotasi di berbagai divisi dan fungsi operasional, memastikan mereka mendapatkan pemahaman holistik tentang rantai nilai industri kelapa sawit. Mentoring langsung oleh para profesional berpengalaman mempercepat proses pembelajaran dan membantu peserta mengidentifikasi area spesialisasi yang paling sesuai minat mereka.

Kontribusi terhadap kesiapan kerja nasional

Program ini sejalan dengan prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang siap kerja dan memiliki kompetensi relevan dengan kebutuhan industri. Kolaborasi antara BUMN seperti PTPN IV PalmCo dengan institusi pendidikan menjadi model kemitraan yang diharapkan dapat ditiru lebih banyak perusahaan.

Dari total 1.300 lebih peserta yang menyelesaikan program magang ini, sebagian besar berhasil diserap oleh industri perkebunan dan sektor terkait setelah lulus. Rekam jejak positif ini menjadi argumen kuat bahwa program magang berkualitas adalah investasi jangka panjang yang menguntungkan semua pihak.

KAI Logistik kelola 1,9 juta ton barang pada Juli 2026, angkutan peti kemas catat pertumbuhan tertinggi

Lihat Semua Artikel Bicara Blitar
×